Israel Bekukan Hubungan Dengan UNESCO

Israel Bekukan Hubungan Dengan UNESCO

Manadotempo- Pekan lalu Israel membekukan hubungan dengan badan kebudayaan PBB itu setelah satu komite UNESCO menerima resolusi yang disponsori Arab agar merujuk Al-Haram asy-Syarif untuk komplek masjid di Jerusalem, dan bukan Temple Mount, seperti disebut umat Yahudi.

Ini merujuk ketika UNESCO mensahkan sebuah resolusi yang kontroversial yang membuat Israel marah karena tidak mengkaitkan negara itu dengan situs suci di Jerusalem.

Adalah, tempat suci di Jerusalem Timur seluas 14 hektar, yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Tak heran, Wakil Duta Besar Palestina untuk UNESCO, Mounir Anastas, menyambut baik resolusi tersebut dan mengharapkan resolusi akan menekan otorita Israel, katanya, agar menghentikan semua pelanggaran.

Diketahui, Baitul Maqdis atau Bait Suci adalah nama sebuah kompleks seluas 144.000 meter persegi yang berada di Kota Lama Yerusalem. Tempat ini sering dikelirukan dengan Jami’ Al Aqsha atau Masjid Al Qibli. Jami’ Al Aqsha adalah masjid berkubah biru yang menjadi bagian dari kompleks Masjid Al Aqsha sebelah selatan, sedangkan Masjidil Aqsha sendiri adalah nama dari kompleks tersebut, yang di dalamnya tidak hanya terdiri dari Jami’ Al Aqsha (bangunan berkubah biru) itu sendiri, tetapi juga Kubah Shakhrah (bangunan berkubah emas) dan berbagai situs lainnya.

Menurut kepercayaan Yahudi, tempat yang sekarang menjadi Masjid Al Aqsha dipercaya menjadi tempat berdirinya Bait Suci di masa lalu. Bait Suci pertama dibangun oleh Sulaiman (Salomo) putra Dawud (Daud) pada tahun 957 SM dan dihancurkan Babilonia pada 586 SM. Bait Suci kedua dibangun pada tahun 516 SM dan dihancurkan oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 70 M. Umat Yahudi dan Kristen juga percaya bahwa peristiwa Ibrahim (Abraham) yang hendak menyembelih putranya, Ishak, juga dilakukan di tempat ini. Masjid Al Aqsha juga memiliki kaitan erat dengan para nabi dan tokoh Bani Israel yang juga disucikan dan dihormati dalam ketiga agama.

Usai Perang Salib Pertama pada tahun 1099 Jami’ Al Aqsha menjadi istana dan dinamakan Templum Solomonis atau Kuil Sulaiman (Salomo), sedangkan Kubah Shakhrah menjadi gereja dan dinamakan Templum Domini atau Kuil Tuhan. Masjidil Aqsha adalah salah satu lambang penting di Yerusalem dan gambar Kubah Batu tercetak dalam koin yang dikeluarkan oleh Kerajaan Kristen Yerusalem.

Sebagai bagian dari Kota Lama Yerusalem, pihak Israel dan Palestina masing-masing menyatakan sebagai pihak yang lebih berhak dalam mengelola Masjidil Aqsha, dan ini menjadi salah satu titik permasalahan utama Konflik Arab-Israel. Untuk menjaga kompleks ini berada dalam status quo, pemerintah Israel menetapkan larangan untuk ibadah bagi umat non-Islam di tempat ini. (tor)

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses