Walikota Eman Pastikan Nama Pasar dan Terminal Tomohon Ditambah, Wilken

Walikota Eman Pastikan Nama Pasar dan Terminal Tomohon Ditambah, Wilken

Manadotempo, Tomohon-Monumen Nicolaas Philip Wilken sudah selesai, bersamaan peringati HUT Kota Tomohon ke-17, akan launching penggantian nama pasar dan terminal Kota Tomohon menjadi Pasar dan Terminal Beriman Wilken akan dilakukan.

“Atas peran Pandita Wilken maka Pemerintah Kota Tomohon dalam rangka Hari Jadi Kota Tomohon ke 17 akan meresmikan Monumen Wilken dan melaunching nama Pasar dan Terminal milik Kota Tomohon menjadi Pasar Beriman Wilken,” kata Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman menjelaskan, Wilken diambil dari nama belakang Nicolaas Philip Wilken.

Nicolaas Philip Wilken yang lahir pada tanggal 10 Mei 1813 di Aurich Friesland Timur Jerman adalah seorang Pandita yang telah melayani di Tomohon selama 35 tahun.

Pandita Wilken, lanjut Jimmy Eman, memberikan peran penting yang menjadikan Tomohon sebagai Kota religius.

Selama ini, banyak masyarakat hanya mendengar tentang penginjil, seperti Riedel di Tondano, schwarz di Langowan, Ultrech di Motoling, Minahasa Selatan dan di Tomohon ada Johan Adam Mattern, termasuk yang paling lama adalah Nicolaas Phillip Wilken.

“Penamaan Wilken sendiri adalah untuk mengenang sejarah pekabaran injil di Tomohon sekaligus untuk meningkatkan pendidikan, kepariwisataan dan budaya di Kota Tomohon,” jelas Jimmy Eman kepada wartawan di Tomohon, Senin (27/1/2020).

Sementara itu, menurut pemerhati Budaya, seperti Yudi Turambi SH dan beberapa sumber lainnya, Wilken melanjutkan tugas Johan Adam Matern yang mendirikan jemaat Tomohon pada tahun 1839.
Baca Juga : Peringati HUT ke-17 Kota Tomohon, Pemkot Ziarah di Makam Pejabat Wali Kota

Wilken kemudian membentuk jemaat-jemaat di Tataaran 1845, Sarongsong 1846, Lolah 1848, Tateli 1848, Kakaskasen 1849, Lotta 1849, Lahendong 1849, Tondangow 1852, Rambunan 1853, Pinaras 1854, Pinaras 1854, Rurukan 1854, Leilem 1856, Pangolombian 1858, Kembes 1858, Koka 1859, Tincep 1860, Tinoor 1860, Kayawu, 1861, Warembungan 1862 dan Kinilow pada tahun 1863.

“Dari berbagai referensi yang ada, 20 jemaat yang dibentuk yakni kakaskasen, kinilow, Tinoor, Kayawu, Wailan, Talete, Paslaten, Kolongan, Matani, Kamasi, Rurukan, Kumelembuai, Walian, Sarongsong, Lahendong, Pinaras, Tondangow, Pagolombian, Woloan, Tara-tara, juga di Tataaran,” jelasnya.

Peran penting Pandita Wilken di Kota Tomohon dalam bidang pendidikan, keagamaan yang mendirikan 20 jemaat sekaligus mengarsiteki langsung bangunan gereja dan sekolah.

Wilken menggoreskan tinta emas bagi perjalanan sejarah masuknya injil dan kristen protestan khususnya di Tomohon. Pandita Nicolaas Phillip Wilken tidak pergi tanpa meninggalkan sebuah jejak permanen.

Misionaris Protestan Pandita Nicolaus Phillip Wilken adalah tokoh pekabaran injil dan pengembangan persekolahan kristen di Kota Tomohon dengan julukan sang jenderal 4 bintang seperti tertera pada makamnya yang mnenggambarkan kesuksesannya.(tor)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.