Warga Relokasi Bencana Krisis Air Bersih dan Listrik

Warga Relokasi Bencana Krisis Air Bersih dan Listrik
Jein Sumilat dan Rosalit Manday saat meninjau bak induk penampungan air bersih
Posted by:

MANADO – Ketersediaan air bersih dan jaringan listrik menjadi alasan bagi ribuan pemilik rumah relokasi bencana di Kelurahan Pandu.

Berdasarkan pantauan, sebagian besar rumah tidak ditinggali pemiliknya. Bahkan banyak diantaranya tidak terawat atau hanya dibiarkan saja hingga rumput memenuhi halaman.

Sejumlah warga yang ditemui tim BANGGAR DPRD Kota Manado yang turun meninjau lokasi relokasi tersebut menerima berbagai keluhan warga yang sudah bermukim disitu pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor Tahun 2015.

“Banyak rumah-rumah disini tidak ada penghuninya. Mereka hanya datang hari Sabtu dan Minggu,” ujar Anton, korban banjir bandang di Kelurahan Dendengan Dalam, Jumat (3/7/2020).

Ditambahkan warga lainnya, mereka yang belum menetap di komplek relokasi tersebut dikarenakan belum mendapatkan pasokan air bersih dan listrik.

“Kami saja air bersih dibeli atau mengambilnya di pancuran yang berada di kobong (kebun) dekat sini. Kami juga menampung air hujan. Untuk listrik, masih banyak warga yang belum dapat,” timpal warga lainnya.

Para anggota DPRD Kota Manado meninjau bak penyuplai air bersih ke bak induk

Sementara itu, Rosalita Manday, salah satu anggota BANGGAR yang turut meninjau lokasi itu mengaku perihatin dengan kondisi yang dialami warga.

“Seharusnya ketersediaan air bersih dan jaringan listrik sudah tersedia. Melihat APBD 2019, anggarannya sudah tertata miliaran rupiah dan berdasarkan laporan BPBD Manado, program pembuatan bak penampung air bersih dan pemasangan instalasi listrik sudah direalisasikan. Kasihan kalau seperti ini,” tutur Rosalita.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, PPK program air bersih yang berada di lokasi mengatakan, persoalan itu akan segera teratasi.

“Seharusnya air bersih sudah tersalur ke seluruh rumah warga. Tapi ada warga yang memotong pipa saluran air. Dan masalah ini sudah kami proses hukum. Ada juga masalah lainnya, karena banyak rumah tidak berpenghuni, sehingga air terbuang percuma. Sebab mata kerannya tidak dikunci. Untuk listrik, biaya pemasangan sudah kami bayar ke pihak PLN pada bulan Maret lalu. Tapi ada mekanisme di internal PLN yang kami memahaminya. Kami memastikan, hingga akhir bulan Juli ini, air bersih dan listrik terpenuhi,” pungkas Budi Yasin, PPK sekaligu menjabat salah satu kepala seksi di BPBD Kota Manado. (wlk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.