Reses di Bumi Beringin, Jeane Laluyan: Aspirasi Warga Pasti Diperjuangkan

oleh

MANADO – Anggota DPRD Kota Manado, Jeane Laluyan menyambangi Kelurahan Bumi Beringin, lingkungan III, Kecamatan Wenang, dalam rangka reses kedua di Tahun 2020, Rabu (12/8/2020).

Diawal kegiatan, Jeane menjelaskan maksud dan tujuannya dilaksanakannya reses di Kelurahan Bumi Beringin.

“Senang sekali bisa bertatap muka dengan masyarakat Bumi Beringin. Saya merasa dicintai warga disini karena saat Pileg, banyak suara yang saya dapat. Sehingga saya memilih melaksanakan reses kedua di wilayah sini. Jadi, kehadiran saya untuk menjemput aspirasi warga,” kata Jeane.

Dalam kegiatan itu, beragam aspirasi disampaikan sejumlah warga yang diantaranya Didi Pangkerego soal lampu jalan Solar Cell yang sudah tidak berfungsi dan sulitnya mendapatkan air bersih.

“Dari 2017-2018, banyak tiang Solar Cell tidak menyala. Masyarakat di lingkungan 5 tidak mendapatkan pelayanan air bersih. Ledeng-ledeng yang terpasang tidak dialiri air,” ungkap Pangkerego.

Aspirasi lain yang dipertanyakan warga, terkait pengurusan administrasi kependudukan, perekrutan tenaga kebersihan, kurangnya tempat penampungan sampah.

“Sebenarnya di Kelurahan Bumi Beringin akan ada pembuatan 5 titik sumur bor dan pemasangan lampu jalan dengan menggunakan dana kelurahan. Tapi karena pandemi Covid, maka anggaran dana kelurahan kurang lebih 300 juta itu telah dialihkan. Begitu juga soal tempat penampung sampah, sebenarnya dahulu ada tempatnya tapi sudah dibongkar karena sudah ada motor penjemput sampah yang masih terbatas jumlahnya. Pengurusan administrasi kependudukan tidak dipungut biaya,” tutur Lurah Bumi Beringin, Sandra Oroh yang hadir dalam reses.

Sementara itu, menanggapi keluhan warga, dengan suara lantang, Jeane yang merupakan politisi asal PDIP ini memastikan bahwa aspirasi yang merupakan  permintaan masyarakat akan diperjuangkannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dari wakil rakyat di parlemen.

“Harusnya aspirasi warga yang didengar langsung oleh para perwakilan pemerintah yang hadir, harusnya dengan mudah diakomodir. Untuk beberapa mata lampu, saya sendiri yang tanggung dengan uang pribadi. Soal pengurusan kependudukan, harusnya dicarikan solusi lain khusus warga Lansia. Kalau harus daftar melalui online, saya kira tidak semua menggunakan gadget. Dan yang pastinya, seluruh aspirasi warga akan saya perjuangkan,” pungkasnya.

Turut hadir, perwakilan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado, perwakilan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kota Manado (Discapilduk), tokoh masyarakat, pemuka agama dan masyarakat dari sejumlah kelurahan yang berada di Kecamatan Wenang. (welkam)

No More Posts Available.

No more pages to load.