Rauf: Program Rumah Murah PAHAM Layak & Memenuhi Syarat

oleh

Manadotempo,Manado-Sikap pesimis yang disampaikan sejumlah lawan-lawan politik calon Walikota Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) dan calon wakil walikota Harley Mangindaan (Ai) maupun beberapa praktisi terhadap program pembangunan 10.000 unit rumah murah, tanpa bunga, tanpa uang muka serta tanpa jaminan bank tersebut, langsung mengundang kritik dari beberapa pengembang.

Mantan Kepala Cabang Koperumnas (Koperasi Perumahan Nasional) Kota Manado Raden Rauf dalam pernyataannya mengatakan, program pembangunan 10.000 unit rumah yang ditawarkan paslon PAHAM dinilai normatif, masuk akal dan sangat menguntungkan warga kota Manado khususnya pekerja sektor informal yang sesuai data masih banyak yang belum memiliki rumah tinggal.

“Sesuai hitungan kami, rumah murah yang ditawarkan paslon PAHAM sangat rasional, tidak mengada-ngada dan sangat layak bagi pekerja informal yang memiliki pendapatan dibawah 3 juta per bulan,” jelas Raden.

Menurut Raden, meskipun belum melihat secara detail perencanaan pengembangan dari paslon PAHAM, namun, dirinya bisa mengklaim bahwa rumah murah type 27 yang ditawarkan paslon PAHAM memiliki luas lahan sebesar 72 meter persegi, dengan spesifikasi rumah atap rumah hanya menggunakan seng biasa dan rangka kayu, plafon rumah menggunakan triplex, konsen dan jendela rumah menggunakan kayu serta lantai rumah hanya semen acian.

“Jika spesifikasinya seperti ini, maka 1 (satu) unit rumah hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 38 juta per unit,” ucap Raden, yang juga warga kelurahan Wonasa kecamatan Singkil ini.

Jika sumber pembiayaan lahan seluas 100 Ha akan bersumber dari pemkot Manado sendiri dengan status hukum lahan tersebut nantinya akan dihibah, maka dirinya optimis dalam hitungan 5 tahun, paslon PAHAM akan mampu membangun 10.000 unit rumah seperti yang disampaikan saat pelaksanaan debat publik yang dilaksanakan KPUD kota Manado.

“Sesuai pengalaman kami, 10.000 meter persegi (1 Ha) lahan jika dikurangi 20 untuk fasilitas umum, maka lahan yang tersisa adalah 8.000 meter persegi. Lahan yang tersisa 8.000 meter persegi ini jika dibagikan dengan 72 meter persegi (1 unit rumah), maka akan menghasilkan 110 unit rumah per 10.000 meter persegi. Jika dikalikan dengan luas lahan sebesar 100 Ha yang nantinya akan disipakan oleh pemkot Manado, maka total rumah yang akan terbangun diatas lahan 100 Ha adalah sebanyak 11.000 unit rumah dan rumah ini bukan rumah jenis kopel,” beber Rauf.

Lanjut Rauf, program yang ditawarkan paslon PAHAM tersebut, sama sekali tidak akan mengganggu segmentasi pasar milik para pengembang/developer di kota Manado. Selain jumlahnya masih terbatas, daya beli perumahan di kota Manado sangat ditentukan oleh prilaku calon konsumen.

“Rumah murah ini kan disiapkan untuk konsumen berpendapatan rendah, bukan sebaliknya. Jadi, saya pikir, konsep paslon PAHAM ini sangat masuk akal dan tidak mengganggu pasar pengembang lainnya,” jelas Rauf menutup pembicaraan.

Hanya saja, pihaknya mengingatkan kepada paslon PAHAM jika terpilih nanti di pilkada 09 Desember 2020 mendatang untuk melakukan pengawasan ketat terhadap calon konsumen yang berniat memiliki rumah tersebut.

“Jangan sampai rumah murah ini justru dikuasai oleh warga kota Manado yang berpenghasilan diatas 5 juta. Pengawasan dan ketentuannya harus ketat, supaya tidak salah dimanfaatkan,” pesan Raden.(jil)

No More Posts Available.

No more pages to load.