Cerita GSVL dan Keputusannya Untuk Tetap Bela Rakyat

oleh

Manadotempo,Manado-Pengalamannya sebagai mantan pejabat karir di lingkungan pemerintah Provinsi Sulut bahkan kota Manado, tidak membuat sosok Walikota Manado DR. GS Vicky Lumentut kehilangan akal dalam membangun kota yang saat ini menjadi baramoter kerukunan di Indonesia sampai masa jabatannya berakhir 09 Mei 2021 mendatang.

Walikota yang sukses menempatkan kota Manado sebagai kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Sulut di tahun 2019 tersebut, konon masih menyimpan sejumlah rancangan pembangunan kesejahtraan warga kota Manado dalam RAPBD tahun 2021, yang umumnya menyentuh kebutuhan dasar warga kota di era pandemi covid 19.

Jika umumnya banyak kepala daerah maupun calon kepala daerah di Sulut masih dominan menyampaikan rancangan kenaikan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), pembangunan investasi, penciptaan lapangan pekerjaan, pembanguna dunia usaha, bahkan meningkatkan transaksi dagang di kota Manado, namun bagi sosok Ketua DPD Partai Nasdem kota Manado ini, pembangunan kesejahtraan warga kota lewat pemberian bantuan sosial kemanusian seperti pemberian bantuan kepada lansia, bantuan kepada pemuka-pemuka agama, pelayanan kesehatan gratis, peningkatan insentif para kepala lingkungan, peningkatan insentif para medis dan bantuan sosial kemanusian lainnya masih menjadi prioritas di musim pandemi covid-19.

“Kita tidak akan pernah tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Untuk itu saya berfikir 1-2 tahun mendatang kita masih akan fokus pada masalah pandemi covid 19, tanpa kita mengabaikan sektor lainnya seperti pembangunan destinasi wisata di kota Manado, sektor perdagangan maupun komitmen kita untuk terus memperbaiki PDRB kita,”ucap Lumentut.

Alasan Lumentut memang sangat beralasan. Kenapa, karena pandemi Covid-19 merupakan bentuk bahaya yang memiliki potensi mengancam segala aspek kehidupan masyarakat, seperti sosial ekonomi, kesehatan, dan psikologis. Dampak seperti ini sampai saat ini masih dirasakan warga kota Manado dan ikut menciptakan kerentanan sosial yang akhirnya berdampak pada ketahanan masyarakat mengalami guncangan (shock) akibat pandemi covid 19.

“Melihat kondisi ini, maka jangan heran jika dalam draft APBD kota Manado tahun 2021, masih banyak kebutuhan-kebutuhan sosial yang harus dibiayai oleh pemerintah kota, tanpa mengabaikan belanja publik lainnya,” jelas Lumentut.

Hanya saja, niat baik Lumentut untuk mengakomodasi kebutuhan sosial masyarakat kota Manado, tidak selama berjalan mulus.

Mantan Sekot Manado itu justru harus berhadapan dengan rivai-rivai politinya di DPRD kota Manado, termasuk calon walikota petahana Mor Bastian.

“Sebelum pak Mor mengajukan cuti kampanye beberapa waktu lalu, saya memang sudah mengirimkan pesan ke beliau untuk sama-sama mengawal APBD-P tahun 2020. Namun, kondisinya berbeda di lapangan,” beber Lumentut.

Harus diakui memang dampak kerentanan sosial dapat membuat masyarakat melakukan sejumlah tindakan diantaranya, tindakan apatis, tindakan irasional, dan tindakan kriminal. Hal inilah mungkin dalam pemikiran seorang GSVL kenapa belanja sosial masih menjadi prioritas dalam pelaksanaan APBD tahun 2021 mendatang.(jil)

No More Posts Available.

No more pages to load.