10 Tahun Pimpin Manado, GSVL Tergolong Walikota Termiskin

oleh

Manadotempo,Manado-Siapapun tidak pernah membayangkan jika selama memimpin kota Manado hampir 10 tahun, Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK oleh Juleyta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) yang terdaftar sebagai calon Walikota Manado hanya sebesar Rp 4,5 milyar, yang terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas.

Padahal, kota Manado selama ini merupakan baramoter perputaran uang di provinsi Sulawesi Utara.
Siapapun dia, apakah elit parpol, pengusaha, seniman, birokrat maupun tokoh masyarakat berlomba-lomba untuk menjadi orang nomor satu di kota Manado dalam setiap momentum pilwako.

Dengan jumlah PAD setiap tahun yang mencapai 450 milyar dan total ABPD tahunan yang mencapai 1,8 trillun (APBD tahun 2020), secara otomatis akan menggiurkan setiap calon pemimpin di kota berpenduduk 535 ribu jiwa tersebut.

Dari aspek perdagangan dan industri, kota Manado selama ini menjadi home industri berbasis muatan lokal, yang banyak membutuhkan rekomendasi walikota dari aspek legalitas. Pokoknya jabatan Walikota Manado itu paling menggiurkan dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sulut.

Menariknya, dibalik kemewahan jabatan dan kedudukan serta fasilitas lainnya yang diterima oleh seorang walikota Manado, hampir selama 10 tahun ini tidak tergambar pada sosok seorang pelayan Tuhan yakni DR. Ir GS Vicky Lumentut. Birokrat karir yang sukses mengguluti dunia politik ini, selama hampir 10 tahun terkesan biasa-biasa saja. Rumah tinggalnya yang terletak di kelurahan Malalayang tepatnya berada di belakang RSU Prof Kandow Malalayang terlihat sepeti rumah penduduk biasa. Berdiri diatas lahan seluas hampir 1.000 meter2, lantai satu terbuat dari beton, sedangkan lantai dua mengikuti konstruksi rumah adat Minahasa yang umumnya terbuat dari kayu.

“Sama seperti bukan pejabat negara. Padahal, beliau adalah Walikota Manado 2 periode. Kong cuma seperti ini depe rumah,” kata Penatua Steven Syamsudin, Ketua Komisi Pria Kaum Bapa Jemaat GMIM Galilea, Wilayah Manado Teling.

Menurut Syamsudin, pola hidup dan model kepemimpinan yang ditunjukan oleh Walikota Manado GS Vicky Lumentut jauh berbeda dengan kepala daerah lainnya di Indonesia termasuk di Sulut.

“Apapun mau dikata tapi itulah seorang GSVL. Sederhana, tidak mengejar kekeyaan dan melayani dengan penuh ketulusan hati,” jelasnya.

Syamsudin juga mengatakan, sudah menjadi rahasia umum di seanteru warga kota Manado bahwa, Lumentut adalah sosok pemimpin yang tidak mengukur segala bentuk pelayanan kepada masyarakat dengan uang.

“Beliau melayani dengan segenap hati bukan orientasi doi dan kekayaan. Kalau mau kaya sejak periode pertama, GSVL so kaya. Tapi buktinya, depe kendaraan dinas, kendaraan pribadi sama jo dengan torang masyarakat biasa,” kata Syamsudin menutup pembicaraan.(jil)

No More Posts Available.

No more pages to load.