Hak Rakyat Nyaris Pupus, Van Bone Cs Tinggalkan Rapat Paripurna APBD 2021

oleh

Manadotempo, Manado-Miris, begitu kelakuan yang dituniukkan para personil anggota Dewan Kota Manado terhormat Nortje Van Bone Cs.

Mereka dalam Fraksi Demokrat dan Gerindra saat sidang paripurna DPRD Manado, Senin (30/11/2020) memilih walk out daripada menyetujui pembahasan APBD 2021 yang didalamnya ada hak-hak rakyat kota Manado disahkan.

Revani Parasan bersitegang dengan anggota DPRD Manado yang ingin menunda nunda pembahasan APBD 2021.(istimewah)

Parahnya, ketika sebagian besar anggota DPRD Manado berjuang hak rakyat yang tertata di APBD 2021 tersebut agar diketuk palu tidak melewati batas waktu, sebut saja, PDIP, Nasdem, Golkar, rombongan Van Bone Cs keluar ruang rapat yang sejak pagi dan hampir pagi dibahas.

Untung meski tanpa dua fraksi itu, Pimpinan sidang pun tetap mensahkan APBD 2021 dengan mengetok palu tanda setuju.

Memang sedari awal rapat eksekutif dan legislatif Kota Manado dinamika tersaji, hingg pemandangan tak elok dipertontonkan oleh para wakil rakyat yang ada di DPRD Manado pada saat pembahasan Ranperda APBD tahun anggaran 2021 Pemkot Manado.

Pembahasan nyaris ricuh dan tidak dilanjutkan karena adanya adegan banting mic yang dilakukan oleh Revani Parasan dari Fraksi NasDem.

Aksi Parasan itu karena fraksi Gerindra melalui ketua fraksi, Mona Kloer meminta kepada Pimpinan Sidang yang saat itu adalah Ketua DPRD Manado, Aaltje Dondokambey untuk menunda pembahasan APBD 2021 Pemerintah Kota Manado.

Padahal sejatinya sudah deadline dan harus segera diselesaikan karena mengingat batas waktu hanya sampai 30 November, pukul 00.00 Wita.

Tak pelak, argumen personil Gerindra itu langsung dipotong Revani Parasan dari Partai Perindo.

Revani menyebut, jangan sampai terulang kembali seperti pembahasan APBD-P 2020 yang menemui jalan buntu dan akhirnya tidak dibahas oleh DPRD sehingga rakyat yang di korbankan.

“Jangan sampai terulang lagi seperti pembahasan APBD-P 2020. Kalian jangan mengulur – ulur waktu. Ingat apa yang saat ini kita sedang memperjuangkan hak – hak rakyat,” ucap Parasan dengan penuh emosi dan sambil membanting mic yang ada didepannya.

Kloer tetap pada pendiriannya dan tetap meminta kepada pimpinan sidang untuk menunda pembahasan pada esok hari.

Revani Parasan dengan lantang mengatakan, jangan ada lagi sandiwara dan mengulur ulur waktu sampai akhirnya terjadi seperti pada APBD-P yang lalu.

“Semua yang ada disini bisa melihat dan menilai mana yang mementingkan rakyat dan tidak. Jangan mempermainkan kepentingan rakyat diatas kepentingan politik sesaat,” sumbur Revani Parasan.

Ruang raoat memanas, Sekwan dan Ketua Fraksi dari Partai NasDem harus turun tangan mencoba untuk menenangkan Revani parasan.

Tapi ketika suasana sudah kondusif dan rapat sudah masuk pada tahap rapat paripurna DPRD manado, giliran Demokrat berulah dan diikuti Gerindra.

Partai Demokrasi yang sekarang di Sulut diketuai Mor Bastian yang adalah calon Walikota Manado nomor urut 3 dan masih tercatat sebagai Wakil Walikota Manado diikuti gerendra memilih keluar sidang Walk Out (WO) tanda  menolak rapat paripurna APBD 2021 disahkan.

Sekretaris DPRD (Sekwan) yang baru Adi Zainal Abidin pun memgakui tindakan Van Bone Cs tersebut. “Iya benar franksi demokrat dan Gerindra walk Out tapi syukurlah rapat paripurna DPRD manado ini tetap berjalan dan disahkan pimpinan sidah,” ujar Abidin mantan sekretaris KPU Kota Tomohon ini. (redaksi)

No More Posts Available.

No more pages to load.