Tonom-Ibolian Sepakat Berdamai

oleh
Sangadi Jeine Wales

Manado Tempo, BOLMONG-Pemerintah dan masyarakat Desa Tonom dan Desa Ibolian, akhirnya boleh bernafas lega. Pasalnya, kasus penganiyaan terhadap salah satu warga Desa Tonom oleh oknum pemuda warga Desa Ibolian, yang terjadi di kompleks pasar Ibolian, Minggu (15/08/2021) kemarin, dan nyaris memicu terjadinya tawuran antar kampung (Tarkam) akhirnya terselesaikan dengan baik.

Menyusul, dalam pertemuan yang digelar, Senin (16/08/2021) pagi tadi, kedua desa serta masyarakat nya lebih memilih untuk berdamai yang ditegaskan melalui penandatanganan surat kesepakatan damai, yang digelar di kantor desa Ibolian Satu.

Penandatanganan kesepakatan damai tersebut pun dihadiri oleh jajaran pemerintah desa Tonom dan Ibolian, perwakilan kepolisian resort Bolmong serta pemerintah kecamatan Dumoga Timur dan Dumoga Tengah, kedua belah pihak yang awalnya sempat bersitegang.

“Ada empat poin yang dihasilkan dalam pertemuan. Yakni kedua belah pihak sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya kasus penganiyaan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses sesuai ketentuan yang berlaku. Kedua belah pihak sepakat berdamai dan menjaga Kamtibmas bersama. Pihak yang terbukti melakukan provokasi atau menyebarkan hoax, akan dilakukan proses hukum,” jelas Sangadi Tonom Jeine Wales dalam wawancara dengan awak media Manado Tempo, sore tadi.

Dia menyampaikan aspirasi dan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya perdamaian. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Tonom, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian, TNI, tokoh agama dan unsur masyarakat lainnya, yang sudah memberi diri untuk bersama-sama dalam menjaga dan mengawal keamanan, sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(AP)

No More Posts Available.

No more pages to load.