Satu-satunya di Sulut, Minsel Raih Penghargaan Proklim

oleh
Bupati didampingi Sekda Denny Kaawoan dan Kadis Lingkungan Hidup Roi Sumangkut saat menerima piagam penghargaan Proklim yang diserahkan oleh Kadis Lingkungan Hidup propinsi Sulawesi Utara.

Manado Tempo, MINSEL-Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh Bupati Franky Donny Wongkar (FDW) dan Wakil Bupati Petra Yanni Rembang (PYR), untuk menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dibawah binaan FDW dan PYR Kabupaten Minsel sukses meraih penghargaan program kampung iklim (Proklim) dan menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Utara (Sulut) yang menerima piagam penghargaan Proklim kategori utama.

“Puji Tuhan lewat kerja keras pemerintah Kabupaten Minsel dan pemerintah desa/kelurahan serta ditopang semangat dan kesadaran masyarakat, Kabupaten Minsel dianugerahi penghargaan program kampung iklim (Proklim) kategori utama, yakni dusun dua desa Sapa Timur Kecamatan Tenga dan dusun satu Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat,” ungkap Bupati kepada para awak media.

Bupati juga berharap agar raihan penghargaan Proklim dapat berdampak positif dalam mensukseskan gerakan nasional pengendalian perubahan iklan serta mendorong semangat masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam penguatan kapasitas adaptasi dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Bupati juga memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) atas penganugrahan Proklim kategori utama untuk Kabupaten Minsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minsel Roi Sumangkut ST MT menjelaskan, Proklim merupakan program sinergi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berlingkup nasional, guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain, untuk penguatan kapasitas adaptasi dan penurunan emisi gas.

“Kiat-kiat yang harus dilaksanakan antara lain dengan membuat resapan air, hemat listrik, membersihkan lingkungan sekitar, membersihkan got, menghijaukan lingkungan dengan menanam pohon, pembuatan instalasi penanggulangan banjir, membuang dan memilah sampah serta memanfaatkan atau mendaur ulang menjadi barang bermanfaat. Dan yang paling utama adalah perubahan perilaku manusia dalam pelestarian lingkungan serta adaptasi diri terhadap dampak yang ditimbulkan,” jelas Sumangkut.(AP).

No More Posts Available.

No more pages to load.