Atas Nama Institusi Dan Pribadi, Kapolres Tomohon Minta Maaf Atas Tindakan Jemput Paksa Anggotanya Terhadap jurnalis Julius Laatung

oleh

Manadotempo Tomohon.

Atas nama institusi dan pribadi Kapolres Tomohon AKBP Arian Primadanu Colibrito meminta maaf tindakan sejumlah oknum anggotanya yang melakukan penjemputan paksa terhadap JL, Wartawan Biro Tomohon.

 

Kapolres dihadapan para Wartawan Biro Tomohon, Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut Adrianus Robert Pusungunaung, Donald Kuhon, Ketua PWI Tomohon John Paransi dan Sekretaris PWI Tomohon Terry Wagiu dalam pertemuan di Kobong Cafe, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Senin (31/10).

“Masalah tersebut sudah selesai. Sudah kami selesaikan secara baik dan kekeluargaan. Atas nama Polres Tomohon dan Pribadi saya meminta maaf kepada Julius beserta keluarga, serta rekan-rekan Pers atas kejadian yang membuat rekan-rekan media tak nyaman. Sekali lagi mohon maaf atas kejadian tersebut,” katanya.

Arian juga memastikan, anak buahnya yang terlibat dalam penjemputan paksa tersebut akan diberikan teguran dan saat ini sementara di periksa di propam polda sulut.

“Mereka sudah diperiksa di Propam Sulut, dalam unit Paminal. Apabila ditemukan ada kesalahan akan dilakukan tindakan disiplin,” katanya.

Dia juga mengakui adanya kesalahan atau inprosedural yang dilakukan anak buahnya dalam penanganan masalah ini.

“Anak buah saya yang terlalu agresif, jadi mereka inprosedural. Saya juga tau informasi adanya masalah tersebut dari salah satu wartawan yang menghubungi saya.

Selain itu, Arian berharap agar kedepan hubungan Polri, khususnya Polres Tomohon dengan rekan-rekan Wartawan bisa terus berjalan dengan baik

“Mari kita terus bersinergi. Serta hubungan yang lebih baik lagi kedepannya, Saya berharap Polres Tomohon selama ini tak ada masalah dengan rekan-rekan wartawan kita mempunyai hubungan yang baik kerja sama yang baik. Saya harap hubungan ini bisa terus terjalin dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Julius secara pribadi menerima permohonan maaf dari Kapolres Tomohon atas tindakan sejumlah oknum yang melakukan penjemputan paksa terhadap dirinya.

“Pak Kapolres bagi saya selaku pimpinan yang sportif dan Ksatria. Beliau telah datang ke rumah dan meminta maaf. Saya secara pribadi serta manusia yang tak luput dari kesalahan, menerima permohonan maaf Pak Kapolres atas ulah sejumlah oknum anak buahnya,” kata Julius.

Namun begitu, Julius menyebut tak punya kuasa jika ada Instansi atau Organisasi Jurnalis tetap ingin melanjutkan masalah ini.

“Saya tak punya kuasa, jika organisasi profesi yang ingin melanjutkan masalah. Namun saya berharap semoga masalah seperti ini menjadi yang terakhir kalinya menimpah bagi rekan jurnalis, bukan hanya di Sulut tapi seluruh Jurnalis di Indonesia,” pintanya.(oby)

No More Posts Available.

No more pages to load.