Operasi Gabungan, Coba Parkir Di Badan Jalan: Kempes Ban!

oleh

Manado Tempo-Sanksi tanpa pandang bulu ditegaskan melalui Kabid Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Manado, Donald Wilar yang akan menggelar operasi gabungan Dishub, Polisi dan POM.

Targetnya, kendaraan sepeda motor dan mobil yang masih “kabal” memarkirkan kendaraannya menggunakan badan jalan, apalagi yang dilanggar ada terpasang rambu jalan dilarang parkir dan dilarang berhenti.

Kendaraan berjejer rapi dibawah plang rambu lalin dilarang parkir. (foto:manadotempo)

Adalah, sepanjang Jalan Samratulangi akan disterilkan. Sementara kondisi parkir sembarang terlihat paling parah mulai di depan golden swalayan Samrat, depan Rumah Sakit Siloam yang menjadi pemicu macet.

Motor ambil bagian parkir di badan jalan dan jadi lahan pencarian parkir ilegal tetap dibiarkan.

“Ya benar, sudah direncanakan jelang Natal 2022 dan menyongsong Tahun Baru akan ada operasi gabungan Dishub, Polisi dan POM. Jika kedapatan ada kendaraan yang parkir di area tanda larangan parkir akan ditindak. Tidak ada sopirnya, ban mo se kempes,” tegas Wilar sembari menambahkan untuk itu perlu ada gabungan Polri dan POM.

Dan lagi menurutnya, sepanjang jalan samrat memang masuk area tertib lalin tidak bisa diparkir di badan jalan.

“Jadi kami minta, masyarakat pengguna jalan jangan melanggar aturan. Apalagi kita akan menghadapi Natal yang pasti volume kendaraan akan bertambah. Jika tidak taat aturan dan parkir sembarangan pasti terjadi macet,” terangnya.

Langkah Dishub Manado pun didukung warga masyarakat kota Manado serta warga pendatang.

“Jika benar Dishub Manado akan menertibkan kendaraan yang parkir di badan jalan itu langkah yang bagus, kami dukung dan harus tegas. Tapi jangan cuma karena menghadapi Natal atau Tahun Baru, penertiban itu baiknya dikawal terus,” kata Arie Wantah SH pemerhati lalin Manado.

“Pemerintah sebenarnya sudah bisa melihat dengan kasat mata mana jalan yang sering terjadi kemacetan hingga bisa putar otak mencari solusi mengurai macet. Kalau masih terjadi macet artinya ada pembiaran,” simpul Novry Lasut warga Manado.

Disatu sisi, sopir mikrolet menyesalkan tindakan aparat dijalan sering “mengusir” sopir yang hendak naik atau turunkan penumpang di bahu jalan.

“Mikrolet diusir- usir, tapi kendaraan pelat hitam yang parkir di badan jalan hingga berjam-jam sampai seharian hanya dibiarkan, kendati jelas-jelas ada tanda dilarang parkir. Semoga ada perubahan,” cetus serentak sopir Manado.(teem)

No More Posts Available.

No more pages to load.