Menuju Pilcaleg, Waktunya Rambunan Bersatu

oleh

Manadotempo, Sonder-Kerap dipandang sebelah mata dan terkesan dianak tirikan. Desa Rambunan yang telah “terpecah” menjadi dua (2) Desa sudah waktunya unjuk gigi di Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) Kabupaten Minahasa hingga Caleg Deprov Sulut mendatang.

Pasalnya, tidak hanya sekali aspirasi tua-tua kampung dan tokoh masyarakat demi kesejahteraan warga Masyarakat Desa Rambunan tidak terealisasikan.

Sudah menjadi rahasia umum, tanpa ada sosok pengawal aspirasi atau perwakilan Desa Rambunan yang duduk di kursi Legislatif (DPRD), roda perekonomian dan pembangunan di Desa Rambunan akan lambat bergulir.

Untuk itu, para tokoh masyarakat dan agama serta tua-tua kampung berharap agar warga Desa Rambunan untuk bersatu dan mensuport jika ada caleg asal Rambunan.

Terlepas kepentingan politik, atau pribadi semata, namun ketika ada sosok warga Rambunan sendiri yang mampu duduk di DPRD, sudah pasti bisa mengawal aspirasi Desa Rambunan dan Desa tetangganya terwujud.

Demikian disampaikan Hence Mewoh yang dikenal salah satu tokoh masyarakat Rambunan. Dia meminta agar warga Rambunan sendiri dan yang berdomisili di luar Desa Rambunan untuk mensuport jika ada warga Rambunan yang mencalonkan diri di pemilihan Legislatif nanti.

Adalah Braien Waworuntu yang kini diharapkan masyarakat Desa Rambunan untuk bisa duduk di kursi DPRD Sulut. “Sosok Braien harus kita dorong agar karena memiliki integritas yang tinggi. Saya yakin jika Braien menjadi wakil rakyat dia mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi,” ungkap Hence Mewoh kepada tempomanado.com.

Tua Tua Kampung Arie Kamasi pun menegaskan, dengan adanya warga Rambunan sendiri maju sebagai caleg merupakan suatu berkah untuk membangun daerah lebih maju ke depan. Arie meminta agar sosok muda dan potensial, Braien bisa lakukan sosialisasi caleg ke masyarakat dengan terbuka dan meluas, hal ini penting agar masyarakat tahu kualitas seorang caleg.
“Harus mengetahui apa sesungguhnya harapan masyarakat. Dan kami yakin Braien mampu menjawab itu,” terang opa Arie sapaan akrabnya.

Lantas apa tanggapan pemerhati pemerintah Sulut? Arie Wantah SH menjelaskan, terlepas dari posisi para caleg dari berbagai baju seragam, dimata masyarakat sesungguhnya yang paling penting adalah tidak lagi menjadikan masyarakat sebagai subjek yang bersalah ketika salah memilih orang dalam pemilu nanti. Seharusnya jauh sebelum mereka menjadi calon Legislatif yang sudah pasti menjadi salah satu pilihan masyarakat nantinya, tentu sudah paham betul apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat saat ini. (tor)

No More Posts Available.

No more pages to load.