Pilkada Manado Berpeluang Head to Head?

oleh

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado, beragam prediksi mencuat soal jumlah pasangan calon (Paslon) yang akan beradu visi misi serta gagasan pada 9 Desember 2020 nanti.

Beberapa media merilis, 4 Paslon, 3 Paslon dan sebagainya. Namun, dari sudut pandang yang berbeda dan informasi terpercaya, redaksi ManadoTempo memprediksikan hanya 2 Paslon yang akan berkompetisi.

Siapa kedua Paslon Walikota dan Wakil Walikota Manado itu? Mereka adalah Andrei Angouw (AA) berpasangan dengan Richard Sualang (RS). Sementara pasangan lainnya Julyeta Paula Amelia Runtuwene (JPAR) serta pasangannya Harley Alfredo Benfica Mangindaan (HABM).

Kenapa hanya 2 Paslon saja? Lantas, Mor Dominus Bastiaan (MDB) bersama pasangannya Hanny Joost Pajouw (HJP) atau Jimmy Rimba Rogi (JRR), Sonya Selviana Kembuan (SSK) disepelekan?

Mungkin itulah sederetan pertanyaan dan pernyataan bernada protes yang akan terlontar dari para pembaca. Tapi beberapa alasan bisa dijadikan dasar, mengapa Pilkada Manado berpotensi hanya 2 Paslon.

Pertama, mari membagi jumlah kepemilikan kursi milik partai politik di lembaga DPRD Kota Manado yang bertotal 40 kursi.

PDIP memiliki 10 kursi, Demokrat 6 kursi, Nasdem 5 kursi, Golkar 5 kursi, Gerindra 4 kursi, PAN 4 Kursi, Perindo 2 kursi, PKS 2 kursi, Hanura 1 kursi dan 1 kursi lainnya milik PSI.

Berdasarkan UU Pilkada, syarat mengusung Paslon di Pilkada Manado berjumlah 8 kursi. Sehingga, hanya PDIP yang terinformasi akan mengusung AA-RS sebagai peserta Pilkada tanpa harus berkoalisi dengan partai politik lainnya.

Lantas berapa kursi JPAR-HABM? Sederhana menentukan jumlah Paslon ini. JPAR bersuamikan ketua DPD Nasdem Kota Manado Vicky Lumentut, Walikota Manado saat ini. Dengan demikian, partai berslogan restorasi dapat dipastikan mengusung Paslon ini.

Kabar terbaru, PSI satu-satunya partai yang secara pasti mengusung JPAR-HABM dengan dibuktikan terbitnya SK DPP PSI yang sudah diserahkan ke Paslon.

Selain PSI, DPW Perindo Sulut merekomendasikan Paslon ini sebagai pasangan tunggal yang akan diusung. Begitu pula Gerindra, antara partai dan Paslon telah menandatangani kesepahaman.

Nah, tersisa Hanura, Golkar, PAN, PKS dan Demokrat. Mari kita mulai menganalisa arah dukungan.

Hanura, dalam surat rekomendasi mengusung JPAR sebagai Walikota dan Jackson Kumaat sebagai wakilnya. Tapi, rekomendasi itu tidak akan membuat Paslon JPAR-HABM lantas bercerai sebelum kepelaminan. Info terbaru, DPP Hanura merestui Paslon ini tinggal menunggu terbitnya SK.

Sementara itu, Golkar dan PAN telah resmi berkoalisi permanen atau berkoalisi hingga seluruh kabupaten kota di Sulut. Alasannya, ketua DPD Golkar Sulut Tetty Paruntu dan ketua DPW PAN Sulut Sehan Landjar telah resmi berpasangan untuk Pilkada Sulut.

Dapat dikatakan, kemana Golkar, disitu ada PAN. Begitu juga PKS yang sudah menyatakan diri akan bersama-sama PAN dalam Pilkada di Sulut hingga tingkat kabupaten dan kota.

Pertanyaannya, siapa yang akan mereka usung? Redaksi ManadoTempo berpendapat, JPAR-HABM yang akan dicalonkan Golkar, PAN dan PKS.

Hal itu akan terjadi, bila JRR yang merupakan calon Walikota tunggal dari Golkar terganjal status hukumnya. Kedekatan Tetty dan keluarga Mangindaan, hingga hubungan baik Vicky Lumentut dan Danny Sondakh selaku ketua Golkar Manado menjadi alasan Golkar mengusung JPAR-HABM. Hal ini dikuatkan dengan adanya rekomendasi Golkar Manado yang menempatkan nama HABM setelah JRR.

Bila hal itu terjadi, sudah dapat dipastikan PAN dan PKS akan bersama Golkar mengusung Paslon dengn jargon PAHAM itu. Komunikasi politik antara ketua umum PAN Julkifli Hasan dan Paslon JPAR-HABM pun sedang terjadi. Lampu hijau telah dinyalakan sebagai tanda PAN bakal mengusung JPAR-HABM.

Jika dijumlahkan kursi PDIP dan parpol yang berpotensi besar mengusung JPAR-HABM, maka hanya tersisa 6 kursi milik Demokrat yang sedari jauh hari mematenkan Paslon MDB-HJP.

Bicara Demokrat, para politisi maupun masyarakat pecinta politik tahu pasti siapa Evert Ernest Mangindaan, ketua Dewan Pembina DPP Demokrat yang sekaligus menjabat ketua DPD Domokrat Sulut.

Bila JPAR-HABM menghendaki kursi Demokrat, tidak mustahil akan terpenuhi. Dan jika Demokrat tidak berhasil membentuk koalisi, maka bukan tidak mungkin partai berlambang mercy itu mengusung JPAR-HABM.

Demikian catatan prediksi ManadoTempo yang bersumber dari analisa maupun himpunan informasi terpercaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.