“Kami Yang Sudah Tua Ini Harus Menjadi Korban Politik Dewan”

oleh
Ungkapan syukur warga Lanjut Usia kota Manado kepada Walikota GSVL ketika dana Lansia sampai ke masyarakat.

Manadotempo, Manado-Program Dana Lanjut Usia (Lansia) bukan berasal dari GSVL, tapi pernyataannya kenapa wakil rakyat sangat kontra produktif dengan tindakan politik DPRD Manado yang justru menolak pembahasan APBD-Perubahan tahun 2020.

Demikian yang disampaikan Nelson Sasauw, warga Kelurahan Teling penerima dana lansia dari Pemkot Manado, Minggu (08/11/2020).

Menurut Sasauw, kepentingan politik di 9 Desember 2020 mendatang sebaiknya tidak harus mengorbankan hak warga Kota Manado, apalagi korbanya kelompok Lansia yang sudah tidak memiliki pekerjaan tetap, bahkan banyak terkait makan dan minum hanya berharap dari dana lansia yang disalurkan Walikota GSVL.

“Sangat memalukan jika wakil rakyat hanya mementingkan kepentingan kelompok maupun pribadi, namun kami yang sudah tua tak berdaya ini harus menjadi korban politik anggota dewan,” curhat Sasauw yang selama ini merasa terbantu dengan kebijakan pemberian dana lansia oleh Walikota GSVL meskipun penyalurannya dilakukan secara bertahap.

Ada rasa haru dan sedih disampaikan para lanjut usia (lansia) ini mengingat pernyataan sejumlah Anggota DPRD Kota Manado yang tiba-tiba mengklaim bahwa dana lansia itu milik rakyat dan bukan berasal dari Pemerintah Kota Manado dan bagian dari perjuangan Walikota Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) mengimplementasikan visi dan misinya.

“Dulu menoilak, sekarang ikut campur. Kondisi ini ikut menunjukan kepada kita bahwa wakil rakyat kita tidak berkualitas. Dana lansia saja harus dipermasalahkan,” tambah Nelson Sasauw.

Dijelaskannya, dalam situasi bangsa dan negara yang terpukul akibat pandemi Covid-19, DPRD Manado semestinya peka terhadap kebijakan prioritas program yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat kota Manado, bukan sebaliknya justru hanya berfikir soal kepentingan kelompok maupun atau kepentingan pribadi.
“Saya tidak harus mendahalui fakta.

Tapi kebijakan Walikota Manado GS Vicky Lumentut yang ikut memperhatikan kami diusia tua, tidak bisa kami hianati ataupun dustai. Kami sadar sedikit maupun banyak ini adalah bentuk perhatian kemanusian yang sudah ditunjukan Walikota Manado. Saya dan teman-teman lainnya ikut mendoakan Walikota GSVL diberkati bersama keluarga, termasuk perjuangan politik yang dilakukan Ketua Tim PKK Manado,” harap Sasauw.

Harapan yang sama juga disampaikan Zeth Mamuaya, warga kelurahan Perkamil yang tercatat sebagai penerima lansia di tahun 2020. Menurut pensiunan Guru SD ini, DPRD Manado semestinya malu dengan predikat sebagai wakil rakyat tapi justru tidak memperjuangkan kepentingan rakyat termasuk kelompok lansia.

“Pak Walikota Manado itu sudah kami anggap seperti anak kami sendiri. Kenapa, yah karena perhatianya kepada kami sangat luar biasa meskipun kami tahu bahwa dia terus berjuang untuk kepentingan rakyat Manado,” ujar Om Zeth, sapaan akrab Mamuaya.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangdan dan Aset Daerah (BKAD) Manado Jhonly Tamaka mengatakan, terhitung mulai Senin (09/11/2020) besok, Walikota Manado GSVL bersama jajaran awalnya akan menyalurkan dana lansia di 19 Kelurahan dengan jumlah 2.567 Lansia dari total 9.542 Lansia penerima.

Usai itu akan dilanjutkan ke kelurahan-kelurahan lain hingga genap di 87 kelurahan Kota Manado, dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan Covid-19. (redaksi)

No More Posts Available.

No more pages to load.