Realisasikan Dana Lansia, Walikota GSVL Petarung Tunggal

oleh
Walikota Manado GSVL terus berupaya mengawal bantuan untuk warga yang Lanjut Usia (Lansia).

Manadotempo, Manado-Hari ini, Senin (09/11/2020) jadi sejarah baru di Pemkot Manado, menyusul pencairan anggaran yang bersumber dari APBD tidak melulu harus melalui ketok palu DPRD Manado.

Mengingat, aksi ngotot DPRD Manado tidak membahas anggaran APBD Perubahan 2020 dengan berbagai intrik dan alasan terkesan tidak merakyat. Adalah Partai Demokrat paling getol meski Wakil Walikota Manado Mor Bastian adalah Ketua PD Sulut.

Ungkapan syukur warga Lanjut Usia kota Manado kepada Walikota GSVL ketika dana Lansia sampai ke masyarakat.

PDIP pun yang dikenal gotong royongnya justru yang jadi pimpinan dewannya mengetok palu APBDP menyatakan kedaluarsa. Imbasnya, semua mata anggaran untuk THL, petugas kebersihan, dana lansia, insentif tokoh agama dan lainya tidak bisa dikucurkan.

Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) pun putar otak agar hak warga Lanjut Usia (Lansia) yang sudah disalurkan ditahun tahun sebelumnya bisa kembali diberikan.

Regulasi mendukung serta antisipasi dan kreasi Walikota GSVL, akhirnya hari ini Senin (09/11/2020) warga Lansia bisa tersenyum, apalagi di masa pandemi Covid19 bantuan sangat dibutuhkan.

Artinya GSVL tampil menjadi petarung tunggal, pasalnya sang Wawali Mor Bastian Ketua Demokrat Sulut berserta anggota dewan Demokrat jelas setuju setuju saja APBDP tidak dibahas.

Lepas dari itu, Kepala Pusat Teknologi
Informatika (KapusTIK) C3, Franky Mocodompis (FM) menjelaskan, kerangka layanan ini sejatinya bertumpu pada sisi kemanusiaan. Artinya, Pemkot Manado mengupayakan agar para lanjut usia memiliki kualitas hidup karena tak tergantung pada orang lain.

“Layanan bagi lansia termasuk hal krusial bila berkaca pada data Badan Pusat Statistik tahun 2020, populasi lansia di Indonesia mencapai 25,64 juta jiwa atau 9,6 persen dari total jumlah penduduk. Angka lainnya bersumber Data Terpadu Kesejahteraan Sosial milik Kementerian Sosial tahun 2019, menunjuk sebanyak 12,6 juta lansia masuk kelompok rentan dan miskin. Sementara 1,9 juta lansia Indonesia hidup di luar keluarganya, di mana angka itu termasuk pula yang ada di Kota Manado,” jelas Walikota Manado GS Vicky Lumentut melalui FM.

Lanjutnya, sepanjang 3 tahun terakhir, penerima bantuan dana lansia di Manado terus bertambah. Pada 2018 dana mulai dikucurkan bagi 10.000 penerima. Tahun selanjutnya penerima bertambah hingga 33 ribu jiwa. Sedangkan tahun ini, saat masyarakat berada di masa pandemi, pemerintah kota mengucurkan dana tersebut bagi 38.702 penerima.

“Seiring dengan itu, besaran dana lansia dalam mata anggaran juga meningkat signifikan. Bila pada 2018 mulai tertata di senilai Rp 2,5 miliar, tahun selanjutnya anggaran terealisasi mencapai Rp 36 miliar. Terakhir pada 2020 ini sudah 1 kali Pemkot Manado mendistribusikannya sebesar Rp 14 miliar lebih,” beber FM.(redaksi)

No More Posts Available.

No more pages to load.