Penatua PKB Rayon Manado Doakan GSVL & JPAR Tamaka : “Tuhan Tidak Membiarkan Warga PKB GMIM Untuk Gagal”

oleh

Manadotempo,Manado-Dukungan moril sesama Ketua Pria Kaum Bapa Jemaat maupun Wilayah terus disampaikan sebagian besar Penatua PKB di rayon Manado terhadap Ketua Komisi PKB Sinode GMIM Pnt. DR. GS Vicky Lumentut. Tak heran, meskipun dalam penerapan prokes covid yang ketat, ratusan Penatua PKB se rayon Manado Sabtu (07/11) pekan lalu ikut mendoakan Penatua GSVL dalam memimpin kota Manado di periode terakhir termasuk ikut mendoakan Penatua Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) sebagai calon Walikota Manado.

Doa bersama yang dilaksanakan di kediaman pribadi GS Vicky Lumentut di kelurahan Malalayang tersebut ikut membulatkan sikap dan komitmen warga PKB se rayon Manado soal arti panggilan pelayanan yang sesungguhnya.

“Kita bersyukur karena Penatua GSVL adalah simbol gereja di kota Manado. Dan selama memimpin kota Manado, GSVL telah banyak bersaksi tentang Kristus, meskipun harus kita akui juga bahwa manusia tidak pernah lepas dari kekurangan,” jelas Deni S, salah satu warga PKB GMIM di rayon Manado.

Seluruh peserta yang hadir dalam doa bersama tersebut juga terharu saat mendengar khotbah yang disampaikan Sekretaris Departemen Litbang dan Kearsipan Sinode GMIM Pdt. Melki Tamaka, M.Th. Menurut Tamaka, Tuhan tidak membawa para murid bertolak ke seberang hanya untuk binasa.

“Tuhan Yesus juga tidak membawa kita sebagai PKB GMIM sejauh ini hanya untuk gagal. Dia peduli tentang persoalan hidup kita. Jalannya mungkin bergelombang dan ada taufan, tetapi Yesus Kristus berkuasa atas alam semesta sedang mengatakan,” kata Tamaka.

Mantan Pj Ketua BPMJ GMIM Torsina Tumumpa ini mengatakan, ketika sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi, jangan bingung dan panik.

“Nantikanlah Tuhan untuk muncul dan mengubah situasi. Nantikanlah kemurahan Tuhan, nantikanlah kuasa-Nya,” jelas Tamaka meniru pembacaan Markus 4:39
Dalam khotbahnya Tamaka juga berpesan, Tuhan ingin mengubah ujian kita menjadi kesaksian. Itulah sebabnya mengapa Tuhan mengizinkan kita menghadapi kesulitan.

“Menjadi murid Yesus tidak membuat kita kebal terhadap kesulitan. Tetapi Tuhan berjanji jika kita tetap beriman. Ia akan mengambil apa yang membahayakan kita dan
menggunakannya tidak hanya untuk kemenangan kita tetapi juga untuk
menunjukkan kebesaran-Nya kepada orang lain,” kata Tamaka menutup khotbahnya sesuai dengan MTPJ GMIM.(jil)

No More Posts Available.

No more pages to load.