SULUT UNITED Mengembangkan Kejayaan Sepakbola Sulawesi Utara

oleh
Manajemen SULUT UNITED dan wartawan pos liputan Bola Sulut gelar diskusi. (istimewa)

Manadotempo,Manado-Tim Sulut United telah menjelma menjadi tim yang kuat setelah manajemen menata tubuh tum kebanggaan Kota Manado.

Ini terlihat dengan visi misi lima tahun kedepan dimana Visinya:
Menjadikan Sulut United FC sebagai klub Sepakbola terkemuka di
Indonesia yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.

Mengingat, daerah ini pernah berada di era keemasan prestasi sepak bola tanah air pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Selain meraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) 1996, 3 klub sepak bola asal Bumi Nyiur Melambai berlaga di Kompetisi Divisi Utama.

Namun kini prestasi itu hanya tinggal catatan manis, tanpa bisa diulanginya. Paling tidak dalam satu dekade terakhir ini, Sulut seolah tenggelam dari percaturan sepak bola nasional. Tiga klub yang pernah berjaya yakni Persma Manado, Persibom Bolmong, dan Permin Minahasa sudah tenggelam.

Pemain terakhir yang dipanggil masuk timnas adalah Rifky Mokodompit menurut Manajer Sulut United Muhammad Ridho saat berbincang dengan sejumlah wartawan di Manado, Jumat (27/11/2020).

Ridho menyebutkan, ada beberapa persoalan yang memang perlu dibenahi bersama oleh seluruh stakeholders di Sulut. Selain minimnya pemain asal Sulut yang masuk dalam tim nasional, juga tidak ada kompetisi yang berkelanjutan dan berjenjang.

“Juga tidak adanya wadah bagi pemain yang ingin berkarir sebagai pemain profesional,” ujarnya.

Dia mengatakan, menangani kondisi ini perlu kerjasama berbagai komponen. Karena yang bertanggungjawab adalah asosiasi sepak bola baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pelaku sepak bola, perkumpulan, sekolah sepak bola, atau akademi, orang tua serta pemain.

Agar Persepakbolaan di Sulut Kondusif

Ridho menyebutkan, sejumlah hal yang perlu dikerjakan adalah menciptakan iklim sepak bola Sulut yang kondusif, kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan, dan sinergitas semua pihak yang terlibat dalam sepak bola. Juga manajerial yang baik di setiap klub anggota asosiasi sepak bola serta perkumpulan, sekolah sepak bola, dan akademi sepak bola.

“Mengembalikan kejayaan sepak bola Sulut memang menjadi rencana besar kami sebagai bagian dari tanggungjawab kami di Sulut,” ujarnya.

Sulut United merupakan klub yang berkompetisi di Liga 2 Indonesia. Klub yang sebelumnya bernama Bogor FC ini sejak tahun lalu pindah home base  di Stadion Klabat Manado. Sebagai bentuk kontribusinya untuk membangun kembali sepak bola Sulut, klub ini berencana membentuk akademi sepak bola.

“Rencana kami selanjutnya adalah pembentukan akademi dan youth football school,” ujarnya.

Akademi sepak bola kelompok umur ini, menurut Ridho, untuk menggali dan mengembangkan potensi sepak bola anak-anak di Sulut. Akademi sepak bola ini rencananya akan digulirkan mulai tahun depan.

“Tahun depan kita rencana untuk menggulirkan akademi ini,” kata Ridho.

Selain nantinya memberi pasokan pemain untuk Sulut United, akademi itu juga diharapkan bakal menjadi tempat lahirnya pemain-pemain nasional.

“Karena target Sulut United juga memberi kontribusi pemain ke tim nasional,” ujar Ridho.

Ini Misinya:
1. Menjalankan klub secara profesional dengan prinsip-prinsip bisnis yang
baik serta mengutamakan “good governance”;
2. Menjadikan klub Sulut United sebagai klub yang berprestasi baik serta
menghasilkan pemain-pemain yang berkualitas, baik dari sisi teknis,
sikap dan perilaku;
3. Menghasilkan pemain-pemain yang dapat memberikan sumbangsih
bagi persepakbolaan nasional;
4. Menjadikan Sulut United klub yang sehat secara finansial.

Tidak main-main, dalam perencanaan Sulut United 5 Tahun, mereka telah mematok:
– Promosi Liga 1 musim 2022
– Membentuk tim dan manajemen klub yang solid
– Pembentukan akademi dan youth football school
– Pengembangan bisnis klub
– Kontribusi pemain ke Tim Nasional
– Renovasi Stadion secara bertahap
– Lapangan Latihan yang representatif
– Kompetisi Internal Sulut United

Untuk capaian tersebut pun SULUT UNITED akan tetap menjalin kerja sama dengan Asosiasi Provinsi, Kota/Kab beserta Anggota (Member), Pelaku sepakbola, Perkumpulan/SSB/Akademi, Orang Tua dan Pemain.

“Bagaimana Mengembalikan Romantisme Masa Lalu Sepakbola Sulawesi Utara. tentu kita akan menciptakan iklim sepakbola Sulawesi Utara kondusif, Kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan, Sinergitas semua pihak yang terlibat dalam sepakbola, Manajerial yang baik di setiap klub anggota Asprov dan
Askot/Askab Se-Sulawesi Utara serta
Perkumpulan/SSB/Akadem,” kunci Ridho. (redaksi)

No More Posts Available.

No more pages to load.