Oknum Hukum Tua Tersangka Korupsi Dana Desa Ditangkap Tim Resmob Minahasa

oleh

Manado Tempo Minahasa – Tanda awas bagi Hukum Tua yang menyelewengkan Dana Desa. Buktinya, karen perbuatan tidak terpuji dan melawan hukum oknum Hukum Tua, Desa Sendangen, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa yang diduga melakukan korupsi dana desa semasa menjabat sebagai Kepala Desa Sendangen akhirnya ditangkap.

Oknum Hukum Tua berinisial AM (59 tahun) sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tondano, menyusul setelah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Kejari Tondano di tahun 2020 silam.

AM terjerat dugaan korupsi dana desa, diketahui pada bulan Maret tahun 2021 pihak penyidik telah menetapkan AM alias Alfrits sebagai DPO dalam perkara primair, pasal 2 ayat 1 undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi subsidair pasal 3 undang undang nomor 31 tahu 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah di ubah dengan undang undang no 20 tahun 2021 tentang perubahan atas undang undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Namun AM akhirnya berhasil ditangkap yang di lakukan pada Kamis, (17/06/2021) pukul 23.30 wita oleh unit Tim Resmob Polres Minahasa, dirumahnya jaga 1 Desa Sinuian.
AM masih sempat berusaha kabur dengan meloncat pagar namun berkat sigapnya aparat kepolisian AM akhirnya tidak berkutik dan pasrah diciduk aparat.

Kepala Kejaksaan Negeri Tondano Rachmat Taufani Budiman SH.MKn yang didampingi Kasi pidsus Tira Agustina SH.MH dan Kasi BB .M.Rheza Prasetya SH.MH melalui konfrensi pers Jumat 18/06 2021 pukul 10.00 wita menjelaskan bahwa tersangka A.M. disangkakan telah melakukan tindak pidana korupsi pada pengelolaan dana desa.

“Tersangka telah melakukan tidak pidana korupsi pada pengelolaan dana desa semasa menjabat hukumtua desa sendangen kecamatan remboken dan pihak kejaksaan telah berkali kali melakukan pemanggilan namun yang bersangkutan tidak mengindahkan sehingga ditetapkan sebagai DPO oleh penyidik kejaksaan,” tegas Kajari.

Pernyataan Kajari ini diperkuat oleh kasi pidsus kejaksaan negeri tondano Tira Agustina SH.MH kepada awak media menambahkan, ada berapa Item pekerjaan yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya dan di dalamnya terdapat kerugian negara sebesar kurang lebihnya Rp 500.000.000 lebih,” ujar Tira Agustina SH.MH.

Menutup kegiatan presreales Kasi Barang Bukti BB M.Rheza Prasetya SH.MH mengatakan bahwa saat ini oknum hukum tua sedang di lakukan pemeriksaan rutin dan menjadi tahanan titipan kejaksaan negeri tondano di ruang tahanan Polres Minahasa.(syaifudin)

No More Posts Available.

No more pages to load.