Tuur Maasering Fasilitasi Pengumpulan Donasi Untuk Musisi Tomohon

oleh

Manadotempo Tomohon

Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh pada aktivitas warga. Keputusan untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah berbulan-bulan diterapkan oleh Pemerintah dan saat ini di perpanjang lagi sampai 20 september mendatang.

Dengan adanya PPKM ini, keadaan dan kebutuhan ekonomi masyarakat pun kian semakin terpuruk, tak terkecuali salah satunya adalah para musisi yang bergantung pada pekerjaan di cafe-cafe yang ada di Kota Tomohon.

Melihat hal itu pengurus PMCI (Persatuan Musisi Cafe Indonesia) Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), secara kompak tergerak melakukan pengumpulan donasi untuk membantu para musisi cafe.

Penggalangan dana untuk membantu para musisi cafe Tomohon itu mendapat perhatian dari pengelola wisata alam berbasis masyarakat Tu’ur Ma’asering, yang memfasilitasi dengan menyiapkan tempat pelaksanaan kegiatan.

Pengumpulan donasi untuk musisi cafe Kota Tomohon, yang digelar di wisata alam Tu’ur Maasering, Kamis (9/9) berlangsung sukses dan lancar walaupun dilaksanakan secara live streaming melalui akun Facebook PMCI.

Disela pengumpulan donasi, Jeffri Hanni Polii yang diketahui adalah owner wisata alam Tu’ur Ma’asering, saat diwawancarai oleh para awak media mengatakan,

“Tidak sedikit masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, hingga pemberlakuan PPKM,” ungkapnya.

Menurutnya, PMCI Tomohon saat ini melakukan hal positif kepada para musisi cafe untuk menopang keadaan ekonomi.

“Ini saya nilai hal yang baik, jadi kami memfasilitasi teman-teman pekerja seni di Kota Tomohon,” ungkap pria yang akrab disapa Jepol itu.

Polii berharap, pandemi Covid-19 di Kota Tomohon semoga segera berakhir. Sebab, pemberlakuan PPKM sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat termasuk para musisi.

“Kecil atau besar hasil dari pengumpulan donasi di Tu’ur Maasering, mudah-mudahan boleh membantu teman-teman musisi yang ada di Timohon,”Jepol.(oby)

No More Posts Available.

No more pages to load.