Demokrat Sulut Nilai Tak Elok Naikkan Harga Di Tengah Kondisi Rakyat Sedang Susah

oleh -159 Dilihat
oleh
Henry Walukouw, SE Ketua Fraksi Partai Demokrat Sulut

 

Manado Tempo– Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapatkan tanggapan beragam masyarakat. Tak terkecuali Partai Demokrat Sulut.

Melalui fraksinya di DPRD Sulut, Demokrat menyatakan kekecewaan mereka terhadap kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022).

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono dan Ventje Rumangkang ini bersuara lantang menolak kebijakan ini.

“Rakyat sedang susah, sebaiknya tunda proyek ambisius, utamakan perekonomian rakyat,” tukas Ketua Fraksi Partai Demokrat Sulut Henry Walukow serta anggota Ivan Lumentut, Ronal Sampel dan Billy Lombok.

Partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengganggap masih banyak solusi yang bisa ditempuh pemerintah. “Proyek IKN, serta proyek dengan porsi anggaran jumbo lainnya, mengingat pendapatan rakyat tidak meningkat, memiliki resiko inflasi, harusnya pemerintah peka dengan persoalan masyarakat,” mereka.

Partai Demokrat juga menyebut mereka tidak memiliki hutang politik, dan memilih untuk menjadi corong masyarakat.

“Koalisi kami bersama rakyat, rakyat sedang susah, tolak kenaikan BBM,” tegas mereka.

Seperti diketahui, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite yang semula Rp. 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Sementara, untuk Solar subsidi yang tadinya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter serta Pertamax nonsubsidi menjadi Rp 14.500 dari sebelumnya Rp 12.500 per liter.
(DEASY/*)

No More Posts Available.

No more pages to load.