Proyek Fisik Dikda Diduga Bermasalah,YUSRA :Jika Saya Berbohong, Saya Siap Mundur Dari Anggota Dewan

oleh
RDP Komisi 4 dan Dikda Sulut

 

Manado Tempo- Belum terealisasi pembayaran hutang pembagunan fisik sekolah ditahun 2021, yang menjadi tanggungjawab dinas pendidikan Sulut membuat anggota Komisi 4 Yusra Alhabsyi berang.

 

dr.Grace Punuh (tengah) kepala Dikda Sulut dan jajaran

Saat RDP antara Komisi 4 dan Dikda Daerah, pada Jumat, (15/09/2022) dan dilanjutkan Senin (19/09/2022) Yusra mengkritisi penjelasan kepala dinas dr.Grace Punuh.

Menurut Yusra, banyak masakah di DAK 2021 yang berpotensi masalah hukum.Bahkan tegasnya proyek fisik 2021 ada yang sama sekali belum dibayarakan.

“Saya banyak data, saya mundur dari anggota DPRD kalau saya bohong. Terlalu banyak Permainan. Ibu kadis waktu lalu kepada komisi 4 menyatakan setiap hari melakukan pengawasan terhadap proyek fisik. Tapi apa kenyataannya ada proyek yang sudah terealisasi pembayaran namun ternyata pekerjaan belum tuntas tidak ada jendela pintu. Belum lagi kepala sekolah tidak mendapatkan RAB namun justru harus bertandatangan. Ini jebakan bagi Kepsek yang tidak paham apa apa ,”tegas Yusra.

Sementara, Kadis Dikda Grace Punuh mengatakan bahwa pihaknya sangat hati-hati selaku Kuasa Pengguna Anggaran.

Dijelaskan Grace bahwa Kepala sekolah sebagai pengguna barang harus tanda tangan terkait proyek di sekolah masing-masing l.

Jawaban Kadis Itu justru membuat Yusra menyatakan akan melaporkan hal itu kepada ombusdman.

“Jangan tambah-tambah aturan. Saya tolak atas keterlibatan kepala sekolah karena tidak ada aturan yang mengharurkan kepala sekolah tanda tangan. Kalau terus dipaksakan akan saya lapor ke ombusdman. Ini bahaya,semoga kita tidak akan terlibat jika kemudian hari bermasalah,”ungkap Yusra.

Yusra bahkan memberikan solusi agar dikda cukup melalukan pengawasan internal dari inspektorat jangan libatkan kepsek.
(DEASY)

No More Posts Available.

No more pages to load.