Tetapkan APBD tahun 2023, Gubernur Ajak Ketua Dewan Canangkan Gerakan Makan Ubi untuk Sulut

oleh

 

Manado Tempo- Menghadapi ancaman terjaidnya krisis ekonomi global di tahun 2023, membuat pemerintah Sulut mulai melakukan upaya-upaya untuk menghadapinya.

Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya pada rapat paripurna penetapan APBD 2023 di DPRD Sulut, Selasa (8/11/2022) mengatakan bahwa anggaran yang baru saja ditetapkan adalah wujud dari ‘Sedia Payung Sebelum Hujan”.

Namun kata dia, Sulut akan bersiap diri dengan pencanangan gerakan makan ubi, jagung dan pisang.

“Tadi saya, pak Wagub (Steven Kandouw) dan pak ketua DPRD (Fransiscus A Silangen) berbincang-bincang. Saya katakana bagaimana kalau kita mencanangkan gerakan makan ubi batata, milu rebus dan pisang. Kalau kukis-kukis, apalagi roti itu mahal. Biapong saja pake tepung. Tepung itu dari gandum dan gandum diimpor,” ungkap Gubernur Olly.

Ia mengatakan, masyarakat harus membiasakan diri dalam rangkan keseimbangan dana kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dukung pemerintah pusat jaga kedaulatan pangan. Kalau ketahanan pangan, semua tersedia. Tapi asal-usul bahan makanannya belum tahu (dari mana). Tapi kalau kedaulatan pangan, kita ada kemandirian karena ekonomi kita ditopang oleh hasil pertanian,” tegas dia.

Diketahui, Selasa (8/11/2023) DPRD Sulut menetapkan APBD tahun 2023. Yakni pendapatan APBD induk sebelum penyesuaian sebesar Rp 3.805.645.686.116, mengalami penurunan sebesar Rp 24.286.237.000 dengan dilakukan penyesuaian menjadi Rp 3.781.359.449.116

Dimana anggaran pendapatan diambil dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik sebelum dan sesudah penyesuaian Rp 1.517.048.381.116. Kemudia pendapatan dana transfer sebelum dan sesudah penyesuaian Rp 2.288.597.305.000.

Sedangkan untuk anggaran belanja APBD 2023, ditetapkan Rp 3.486.603.060.424 atau mengalami penurunan setelah penyesuaian dana transfer daerah, menjadi Rp 3.462.316.823.424.
(DEASY/*)

No More Posts Available.

No more pages to load.