Puluhan Pegawai PD CWE Terancam Menganggur

oleh -62 Dilihat
oleh
Kadis Perdagangan Herry Runtuwene

MINSEL-Sekirah dua minggu yang lalu, Dinas Perhubungan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) resmi mengambil alih pengelolaan retribusi parkir dari tangan Perusahaan Daerah (PD) Cita Waya Esa (CWE). Dan pada hari ini (Rabu,red) giliran Dinas Perdagangan yang mengambil alih pengelolaan retribusi pasar.

Dengan demikian sudah dipastikan bahwa PD CWE tidak lagi memiliki sumber pendapatan untuk membiayai seluruh kegiatan termasuk pembayaran gaji pegawai. Hal itu memicu puluhan pegawai PD CWE terancam kehilangan pekerjaan alias menganggur.

Sejumlah pegawai PD CWE yang berhasil diwawancarai diruang kerjanya, Rabu (1/3) sore tadi, mengaku pasrah dengan persoalan yang dihadapi. “Kami hanya masyarakat kecil yang tidak mungkin untuk merubah apa yang menjadi kebijakan Pemkab Minsel. Dan sampai saat ini, kami masih menunggu apa yang menjadi keputusan pimpinan,” ungkap para pegawai yang meminta namanya tidak dipublis.

Mereka menyadari untuk tidak mungkin terakomodir sebagai tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Minsel mengingat tugas yang mereka emban saat bekerja di PD CWE, sangat berbeda dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pegawai di Pemkab Minsel. “Kalau petugas lapangan seperti penagih karcis retribusi, ada kemungkinan untuk direkrut. Tapi bagi kami yang pegawai kantor, kemungkinan tidak. Dan mau tidak mau, kami harus rela kehilangan pekerjaan atau menganggur,” keluh mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Verra Lasut dan Kadis Perdagangan Herry Runtuwene membenarkan soal terjadinya peralihan pengelolaan retribusi parkir dan pasar. “Memang benar untuk pengelolaan retribusi parkir menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan dan retribusi pasar tanggung jawab Dinas Perdagangan,” ujar keduanya dalam kesempatan wawancara di tempat dan kesempatan berbeda.

Keduanya juga menambahkan, akan melakukan perekrutan THL eks pegawai PD CWE, namun akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. “Mengingat kemampuan anggaran sangat terbatas, maka hanya beberapa orang saja yang sudah diusulkan untuk menjadi THL,” kunci keduanya.(AP).

No More Posts Available.

No more pages to load.