Tidak Tahan “Badai” Gerindra Tomohon Keluar Dari Fraksi PDI P

oleh -1032 Dilihat

Manadotempo Tomohon. 

Koalisi politik CSWL dengan Partai Gerindra Kota Tomohon dapat dikatakan berakhir, lantaran keluarnya Partai Gerindra pimpinan Sendy Rumajar dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD kota Tomohon. 

 

Pernyataan sikap DPC Gerindra Tomohon tersebut resmi dibacakan dan disahkan oleh pimpinan dewan dalam rapat paripurna DPRD Tomohon, Selasa (9/5).

 

Padahal, di sejumlah kesempatan Ketua DPC Gerindra Tomohon Sendy Rumajar sangat tegas mendukung kepemimpinan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH dan Wakil Wali Kota Wenny Lumentut SE sampai akhir masa jabatan CSWL.

 

Diketahui, Partai Gerindra turut mengantar dan ikut memenangkan CSWL pada Pilkada Tomohon 2020 lalu. Kolaborasi PDIP dan Gerindra bersama tokoh-tokoh elit di Kota Tomohon memberi kemenangan telak atas calon yang diusung Partai Golkar serta satu calon independen.

 

Adapun berpindahnya Gerindra dari Fraksi PDIP ke Golkar dilakukan pasca kepindahan dua Kadernya yang duduk di DPRD.

 

Kedua tersebut antara lain Mono Turang dan Santi Runtu yang merupakan peraih dua kursi di DPRD Tomohon memilih bergabung dengan PDIP.

 

Bahkan keduanya hampir pasti masuk dalam Line up PDIP untuk Pileg 2024 mendatang.

 

Pemerhati Politik dan Kemasyarakatan Kota Tomohon Dani Tular menilai bahwa pernyataan sikap Partai Gerindra ini merupakan bentuk ingkar janji dari partai derindra kota Tomohon, sehingga otomatis mengakhiri komitmen politik CSWL terhadap Gerindra Tomohon yang berkoalisi dengan PDIP sejak 2019 lalu.

 

“Sikap DPC Gerindra Tomohon bisa dikatakan tidak tahan Badai dan tentunya adalah hak politik mereka. Tentunya harus dibarengi juga dengan strategi pasca tidak berada lagi di fraksi pro pemerintahan,” sebut Dani Tular. (***)