Peduli Nasib Peternak Babi, HVK Pertanyakan Bantuan Bencana Non Alam Di Kemendes PDTT RI

oleh -48 Dilihat
oleh
Herol Vresly Kaawoan, anggota Komisi I DPRD Sulut

 

Manado Tempo – Sejumlah Pertanyaan Kritis dilayangkan anggota Komisi I DPRD Sulut yang membidangi Pemerintahan Hukum, Ham, Kamtibmas dan politik Herol Vresly Kaawoan (HVK) Ke KEMENTRIAN DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI (Kememdes PDTT) RI, Selasa (25/07/2023).

Diskusi Komisi I dsn Kemendes PDTT RI

Salah satunya mengenai nasib peternak babi yang sangat memprihatikan. Dimana harga daging babi anjok terlebih pemerintah telah memastikan Babi di Kab.Minahasa telah terjangkit Virus ASF ( African Swine Fever).
“Apakah dalam program dan kegiatan Dana desa yang di berikan oleh KEMENTRIAN ke Desa” bisa moncover/membantu bencana alam atau non alam yang terjadi di desa” yang ada di Provinsi sulut ? Karena beberapa minggu ini di beberapa daerah kab/kota Provibsi Sulut telah terjadi Fenomena, Wabah, Ternak babi mati mendadak di beberapa titik sehingga peternak menjual murah ternaknya,” ungkap Legislator Gerindra ini.

Menanggapi Pertanyaan Bpk Dipah dari Kementrian menjelaskan jika Dandes bisa mencover atau bantu Peternak babi yang ada di beberapa daerah Prov. sulut.
“Peternak babi bisa dibantu namun D tentunya harus di bahas dalam musyawarah desa dan masuk dalam (APBDES),” ujar Dipah Singkat.

HVK mendorong dan mengajak kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Berkoordinasi dengan Kementrian Desa Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan dana desa terkait hal ini.
” Dengan peluang yang ada semoga pemerintah ditingkat desa dapat memanfaatkan hal ini agar peternak babi dapat terbantu,”ujar HVK yang akan mencalonkan kembali sebagai anggota DPRD sulut Dapil Tomohon-Minahasan.

Tim yg melaksanakan Kunker (HVK) Herol Vresly Kaawoan, (MJP) Melky Jakhin Pangemanan, (FK) Fabian kaloh.

Dalam diskusi tersebut Kami di terima oleh Bpk Nisyala, Bpk Dipah dan jajaran.
(Deasy Holung)

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.