Felly Runtuwene Gandeng BKKBN Sulut Edukasi Ratusan Warga Kaima Cegah Stunting

oleh -62 Dilihat
oleh
Felly Esterlita Runtuwene, SE, Ketua Komisi IX DPR RI memberikan hadiah sepeda bagi masyarakat

 

MINUT, Manado Tempo – Komitmen untuk terus bersama dengan Pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya stunting diperlihatkan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Esterlita Runtuwene, SE.

Seakan tiada lelah Srikandi Nasdem asal Sulut ini kembali ke.Sulut sebagai daerah pemilihannya untuk terus membagun daerah sekaligus memberikan edukasi dan informasi.

Setelah melakukan sosialisasi dan edukasi di Desa Makalisung, Felly Esterlita Runtuwene (FER) melakukan kegiatan yang sama dengan BKKBN Sulut didesa Kaima Kec.Kauditan Kabupaten Minut.

Felly Runtuwene, SE didampingi Ketua Pokja Adpin BKKBN Sulut, Rosillia Bionda Woliling.Sos.M.Si memberikan penjelasan terkait dengan stunting melalui Promosi KIE (Komunikasi, informasi, edukasi, program percepatan penurunan stunting diwilayah khusus desa Kaima.

“Memang pengetahuan tentang stunting kan harus mencakup bagaimana ‘apa itu stunting’, ‘apa bahaya stunting’, kemudian ‘bagaimana cara mencegah stunting’ dan cara mencegah stunting itu tadi meliputi dari hulu ke hilir, makannya sebelum nikah sudah dipersiapkan, pada saat hamil dipersiapkan, sehingga harapannya tidak ada new stunting.” kata Felly.

Pada kesempatan ini FER sapaan akrabnya mengajak para masyarakat terutama ibu hamil untuk dapat memperhatikan kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan kandungannya ke fasilitas kesehatan yang ada.

Apalagi menurut dia, dampak Stunting umumnya terjadi karena diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun.

“Oleh karena itu, upaya pencegahan baiknya dilakukan sedini mungkin. Pada usia 1.000 hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dirinya, asupan nutrisi yang baik juga dibutuhkan jabang bayi yang ada dalam kandungannya,” ajaknya.

Lebih lanjut FER mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan biaya pemeriksaan kesehatan. Karena menurut dia, pemerintah menjamin dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu melalui BPJS Kesehatan.

“Ibu/bapak tidak perlu khawatir, karena ini perintah undang-undang. Ada anggaran negara untuk masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah,” terangnya.

FER juga mengajak para orang tua untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi dari lahir hingga 6 bulan pertama. Hal ini untuk memenuhi asupan gizi bagi para bayi.

“ASI berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati,” tandasnya.

Di akhir kegiatan, FER juga melakukan tanya jawab dengan peserta sosialisasi dan menyerahkan doorprize berupa sepeda , kompor gas, rice cooker, setrikan dan pulsa senilai 100 ribu.

Nampak kaum milenial maupun lansia berebut ingin menjawab pertanyaan yang disampaikan.

Setelah dari Desa Kaima, Felly Runtuwene langsung menuju Kalawat untuk melakukan kegiatan yang sama.

Nampak masyarakat antusias juga ingin berswa foto bersama dengan Ibu Felly Esterlita Runtuwene,SE yang kembali mencalonkan diri pada pemilu serentak 2024 mendatang.
(Deasy Holung)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.