DPRD Sulut Gelar Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo

oleh -242 Dilihat
oleh

Manado Tempo – DPRD Sulawesi Utara, Rabu (16/8/2023) pagi, menggelar rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT ke-78 Republik Indonesia di Gedung Parlemen, yang disaksikan melalui layar monitor di ruang Paripurna Kantor DPRD Sulut.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Silangen, SpB, KBd dan didampingi Wakil ketua Dr.Viktor Mailangkai, SH.MH, James Arthur Kojongian, ST.MT dan Billy Lombok, SH.MAP.

Hadir Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw, Jajaran Forkopimda, Sekprov Steve Kepel dan jajaran ASN Eselon 2 dan 3 serta Sekwan Ir.Sandra Moniaga, MSi.

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo, menyampaikan Pidato di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) serta Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden Jokowi melanjutkan tradisi penggunaan busana khas daerah dalam pidatonya.
Kali ini, Kepala Negara mengenakan busana adat dari Provinsi Maluku.

Kita hari ini sudah memasuki tahun politik. Suasana sudah hangat-hangat kuku dan sedang tren ini di kalangan politisi dan parpol. Setiap ditanya capres dan cawapres-nya, jawabannya: “Belum ada arahan Pak Lurah.” Saya, saya, saya sempat mikir, siapa ini “Pak Lurah”. Sedikit-sedikit kok Pak Lurah. Belakangan saya tahu yang dimaksud Pak Lurah ternyata Saya.

Tapi perlu saya tegaskan, saya ini bukan ketua umum parpol, bukan ketua umum partai politik, bukan juga ketua koalisi partai dan sesuai ketentuan undang-undang yang menentukan capres dan cawapres itu adalah partai politik dan koalisi. Jadi saya ingin mengatakan itu bukan wewenang saya.

Posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban. Banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan. Dan, dengan adanya media sosial seperti sekarang ini, apapun, apapun bisa disampaikan kepada Presiden.

“Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Firaun, tolol. Ya ndak papa, sebagai pribadi saya menerima saja,” ungkap Presiden.

Tapi yang membuat saya, saya sedih. Budaya santun dan budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang? Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah.

Ini yang bolak balik saya sampaikan di setiap kesempatan. Bahwa Indonesia saat ini punya peluang besar untuk meraih Indonesia Emas di 2045, meraih posisi jadi 5 besar kekuatan ekonomi dunia.

Selanjutnya, peluang besar yang kedua adalah internasional trust yang dimiliki Indonesia saat ini, yang dibangun bukan sekedar melalui gimik dan retorika semata. Melainkan melalui sebuah peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap.

Jelas Presien Tantangan kedepan tidaklah mudah. Pilihan kebijakan akan semakin sulit sehingga dibutuhkan keberanian, dibutuhkan kepercayaan, untuk mengambil keputusan yang sulit dan keputusan yang tidak populer.

Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen dalam kesempatan ini mengajak masyarakat peringati HUT ke 78 kemerdekaan RI untuk melaju bersama dan menggelorakan semangat perjuangan yang belum berakhir.

“Terus bergerak maju dalam semangat kolektif, berharmoni, berkolaborasi dan berkontribusi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera,” kata Silangen

Dirinya juga mengajak agar wujudkan nilai semangat Pancasila, Gotong royong dan semangat bergerak maju, bersinergi dalam satu irama, satu asa, satu bangsa.

(Advetorial)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.