DPRD Sulut Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Gubernur Terhadap Ranperda Tentang APBD Provinsi Sulut TA 2024

oleh -256 Dilihat
oleh
Ketua DPRD Sulut, dr.Fransiscus Andi Silangen, S.pB. KBD

 

Manado Tempo — Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan APBD Sulut tahun anggaran 2024 beserta penjelasanya dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (10/10/23).

Selain penjelasan Gubernur juga masing masing Fraksi menyampaukan pemandangan umum fraksi terhadap ranperda tersebut serta tanggapan dan/atau jawaban gubernur terhadap pemandangan umum fraksi.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Fransiscus Andi Silangen didampingi Wakil Ketua Victor Mailangkay, James A Kojongian, Billy Lombok SH serta dihadiri Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. Rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut tersebut didahului dengan pembacaan surat masuk oleh Sekretaris DPRD Sulut Sandra Moniaga.

Dalam penyampainnya Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen SPb, KBD mengatakan, bahwa kerja hebat untuk sulut yang lebih maju, bukan hanya sekedar tema yang diusung pemerintah provinsi sulawesi utara sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun provinsi sulawesi utara yang ke-59.

“Kerja hebat sudah menjadi bagian integral yang tak terpisahkan dari sepak terjang pemimpin daerah kita, gubernur bapak prof. (hc), dr. (hc), olly dondokambey, se dan wakil gubernur bapak drs. Steven o. E kandouw yang terus membawa daerah kita tercinta provinsi sulawesi utara ke arah yang lebih maju,” ungkap Silangen.

Berdasarkan data badan pusat statistik dikatakan Silangen, tercatat neraca perdagangan sulawesi utara bulan agustus 2023 surplus hingga menembus angka 34,98 juta us dolar. Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke sulawesi utara melalui pintu masuk bandara sam ratulangi mengalami peningkatan sebesar 42,70% secara month to month juli sampai dengan agustus 2023, dan sebesar 207,00% secara year to year agustus 2022 sampai dengan agustus 2023. Pada sektor pertanian, tercatat nilai tukar petani sulut pada bulan september naik 0,64% pada angka 111,25 dibanding bulan agustus 2023.

“Pada sisi lain, tingkat inflasi sulawesi utara berhasil ditekan hingga mencapai angka 1,16% yang mana merupakan yang terendah se-indonesia. Beberapa catatan inilah yang menjadi bukti bahwa ketika memasuki tahun politik, komitmen dan kerja keras pemimpin daerah kita dalam memajukan dan mensejahterakan rakyat sulawesi utara tidak pernah surut. Kiranya semangat dan komitmen ini, menjadi motivasi bagi kita sekalian untuk sama-sama terus mengusahakan kemajuan bagi daerah kita tercinta provinsi sulawesi utara. Ini juga merupakan inplementasi iman kita, sebagaimana firman tuhan dalam yesaya 40:28 ”tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? Tuhan ialah allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-nya,” jelas Silangen.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ranperda tentang APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024 disusun berdasarkan prinsip penyusunan APBD, yakni:
• Sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kemampuan Pendapatan Daerah;
• Tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi; serta
• Mempedomani KUA dan PPAS, yang didasarkan pada RKPD.

“Sama seperti sebelum-sebelumnya, proses penyusunan APBD Provinsi Sulawesi Utara untuk Tahun Anggaran 2024, tetap kita upayakan tepat waktu, sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, partisipatif dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, serta manfaat untuk masyarakat,” kata Gubernur Olly.

Penyusunan APBD Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2024 disampaikan Gubernur Olly juga didukung oleh sistem dan skema proses perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi serta secara online atau berbasis website melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sebagai pemanfaatan teknologi dan informasi dalam perencanaan dan penganggaran yang berkualitas, transparan dan akuntabel.

“Kesemuanya kita upayakan yang terbaik, dapat termuat dalam Ranperda APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024. Hal ini semata-mata karena menyadari bahwa APBD adalah dasar bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan penerimaan dan pengeluaran daerah, dimana setiap penerimaan daerah dan pengeluaran daerah (berupa uang) harus dicantumkan dan dianggarkan secara bruto dalam APBD. Pengeluaran Daerah yang dianggarkan dalam Ranperda APBD Tahun Anggaran 2024, merupakan rencana Pengeluaran Daerah sesuai dengan kepastian tersedianya dana atas Penerimaan Daerah dalam jumlah yang cukup. Dalam hal ini, kita memperhatikan kapasitas,” jelas Gubernur Olly.

Belanja Daerah Provinsi Sulawesi Utara disusun juga dijelaskan Gubernur Olly dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Namun tetap memprioritaskan pemenuhan belanja yang merupakan mandatory spending antara lain pemenuhan fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pencapaian sasaran pembangunan, termasuk kegiatan pemulihan ekonomi dan penanganan inflasi.
Kaitan dengan itu, kita juga memperhatikan alokasi DAU yang sudah ditentukan penggunaannya, dimana alokasi DAU yang ditentukan penggunaannya di Tahun 2023 masih berlanjut pada alokasi Dana Transfer Tahun 2024.

Dalam mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara juga beber Gubernur Olly menganggarkan dukungan pendanaan kegiatan Pilkada Serentak, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Skema Ranperda APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024, sebagaimana telah disetujui lewat Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun 2024, yakni sebagai berikut:

• Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp.3.788.354.667.624,- (Tiga Triliun, Tujuh Ratus Delapan Puluh Delapan Miliar, Tiga Ratus Lima Puluh Empat Juta, Enam Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu, Enam Ratus Dua Puluh Empat Rupiah).

• Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp.3.499.312.062.376,- (Tiga Triliun, Empat Ratus Sembilan Puluh Sembilan Miliar, Tiga Ratus Dua Belas Juta, Enam Puluh Dua Ribu, Tiga Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah).

• Pembiayaan Daerah dialokasikan Rp.35.000.000.000,- (Tiga Puluh Lima Miliar Rupiah) untuk Penerimaan Pembiayaan, dan Rp.324.042.605.248,- (Tiga Ratus Dua Puluh Empat Miliar, Empat Puluh Dua Juta, Enam Ratus Lima Ribu, Dua Ratus Empat Puluh Delapan Rupiah) untuk Pengeluaran Pembiayaan.

Sementara itu kata Gubernur Olly, tema Pembangunan Daerah Sulawesi Utara untuk Tahun 2024, difokuskan pada upaya “Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang merata dan berwawasan lingkungan serta suksesnya pelaksanaan Pemilu”, dengan 7 (tujuh) Prioritas Pembangunan Daerah, yaitu:

1. Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan;
2. Pemerataan Pembangunan;
3. Penanggulangan Kemiskinan;
4. Pembangunan Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata;
5. Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah;
6. Peningkatan Daya Saing Investasi Daerah; dan
7. Stabilitas Daerah yang Terjamin.

Gubernur Olly berharap Rancangan Peraturan Daerah APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024, dapat ditanggapi oleh segenap Anggota Dewan yang terhormat, dapat kita bahas bersama, guna membuat setiap muatannya komprehensif, hingga pada waktunya nanti, Ranperda ini dapat kita paripurnakan bersama, untuk menjadi landasan pijak kita, dalam menyelenggarakan pemerintahan, dan melanjutkan pembangunan daerah, melaju, menorehkan kemajuan-kemajuan, be-Kerja Hebat, bersinergi, mengiringi kemajuan daerah, mengiringi kemajuan bangsa, dan membuat masyarakat Sulawesi Utara Sejahtera secara Keseluruhan.

(Advetorial)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.