Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Pemkot Tomohon Melalui DPMPTSP Gelar FKP untuk SKM

oleh -108 Dilihat
oleh

Tomohon, manadotempo.com – Forum Konsultasi Publik (FKP) tentang Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi/ Bimbingan Teknik (Bimtek) Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tomohon bisa menjadi tonggak menuju pelayanan prima kepada para pelaku usaha.

Hal ini karena dalam diskusi yang digelar di Hotel Wise, Jumat (27/10) yang dibuka Staf Ahli Bidang SDM Pemkot Tomohon Ronald Kalesaran mewakili wali kota dan dipandu oleh moderator Judie Turambi, para pelaku usaha yang hadir dalam forum tersebut mengungkapkan kalau pelayanan pengurusan perijinan yang ada di DPM-PTSP sudah sangat oke.

Dimana untuk mengurus surat-surat ijin usaha bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM) tak perlu berlama lama. Cukup satu hari saja semua sudah selesa.

“Ini yang saya akui kalau urus ijin satu hari selesai,” kata ibu Jane dari Kakaskasen yang mengaku memiliki usaha keripik.

Meski begitu dalam forum tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama masalah toilet suplai air bersih macet macet atau bahkan tidak jalan. Dan kedua fasilitas Wifi gratis bagi para pengunjung perlu juga diadakan.

“Kalau untuk ruang bermain anak anak saya kira sudah ada,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Kota Tomohon Anneke Maindoka mengatakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) adalah metode penyajian data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik.

“SKM merupakan tolok ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan yang diberikan sekaligus feedback perbaikan kualitas layanan kepada masyarakat. Survei ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengetahui kinerja pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Ronald Kalesaran yang membuka kegiatan tersebut, ketika membaca sambutan Wali Kota Caroll Senduk langsung memberikan apresiasi kepada pihak DPM-PTSP Pemkot Tomohon yang sudah menggelar kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kita semua dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, sebagaimana UU N0: 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik yang mewajibkan setiap penyelenggara publik mengikutsertakan masyarakat berpartisipasi dalam upaya membangun sistem penyelenggaraan pelayanan publik yang adil, transparan dan akuntabel,” ungkap Kalesaran.

Lanjutnya, dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan kepada unsur FKP yang hadir dapat memberikan masukan terkait dengan survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diterapkan. Demikian halnya, kepada pelaku usaha dapat memahami dan mengerti bahkan melaksanakan aturan tentang hak kewajiban dan tanggungjawab sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan UU yang berlaku.

“Untuk itu, dimintakan kepada para pelaku usaha berkewajiban untuk menyampaikam laporan kegiatan penanaman modal. Ini akan menggambarkan realisasi yang ada di Kota Tomohon.

Saya minta pelaku usaha harus melapor kegiatan penanaman modalnya agar investasi yang beredar di Kota Tomohon dapat diketahui,” tutur Ronald Kalesaran.

Pada kesempatan itu, dilakukan Penandatangan berita acara FKP SKM antara Pemkot dan pelaku usaha serta dilanjutkan dengan pemberian penghargaan atas kepatuhan pelaku usaha dalam melaporkan laporan kegiatan penanaman modal pada semester 1.

Tampil sebagai narasumber Staf Khusus Wali Kota Tomohon Robby Goliot dan Hannah Mandagi. Sedangkan yang ikut hadir Kabag Ortal Setdakot Vera Pontoh, Sekretaris Inspektorat Amelia Tangkawarouw, serta para pelaku usaha, tokoh masyarakat, akademisi dan insan pers. (Oby)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.