Polemik Patung Schwarz, Steven Kandouw Sampaikan Permohonan Maaf

oleh -282 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Polemik keberadaan patung tembaga monumen misionaris Johann Gottlieb Schwar yang tengah viral di media sosial ditanggapi secara gentle Steven Kandouw.

Senin (15/01/2024) di kantor PDIP Rike, Steven Kandouw angkat suara, menurutnya menyikapi dua hari berselang soal di medsos tentang kampanye di Langowan Sabtu lalu ketika dirinya berorasi, Kandouw mengatakan dari lubuk hati yang paling dalam memohon maaf.

“Soal menyampaikan orasi kampanye tersebut, kepada semua sahabat dan saudara di Langowan termasuk seluruh tim pemenangan Prabowo-Gibran dan keluarga serta keluarga besar partai Gerindra bahwa saya menghaturkan maaf sebesar-besarnya, dengan perkataan saya yang menyinggung dan membuat tidak nyaman serta menyakiti hati saudaraku, saya ucapakan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ungkap Kandouw.

“Saya pejabat publik tentunya sangat berharap pelaksanaan pemilu harus kondusif meski berbenda partai dan pilihan akan memberikan kedamaian, serta suasana yang harmoni harus menjadi prioritas,” ungkap Kandouw.

Patung Schwarz ini adalah warisan bagi masyarakat Kristen Minahasa untuk bisa mengingat Injil masuk di tanah Minahasa.

Pendeta Schwarz sangat dihormati masyarakat Minahasa karena kabar baik yang mereka bawa. Agama Kristen pun tumbuh subur di Minahasa dan diikuti oleh kemajuan bidang pendidikan.

Diketahui, Pendeta Schwarz hidup sezaman dengan Johann Friedrich Riedel (1798-1860) yang mengkristenkan Tondano dan sekitarnya. Sebelum kedua penginjil itu datang, orang Minahasa menganut agama lokal Alifuru.

“Pesta demokrasi yang memberikan pencerahan bagi generasi dibawah kita, mari kita sama-sama menyadari bukan sebatas mencari kekuasaan. Untuk itu sekali lagi saya atas nama pribadi dan keluarga meminta maaf sebesar-besarnya besarnya, Tuhan selalu beserta kita,” tandas Kandouw.(inot)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.