Felly Runtuwene : Stunting Jadi Ancaman Kwalitas SDM Unggul

oleh -203 Dilihat
oleh
Sosialisasi Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Esterlita Runtuwene, SE bersama BKKBN di Kab.Minut

Manado Tempo – Peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing membutuhkan dukungan dari sektor kesehatan lewat pemenuhan gizi bagi anak dan balita dalam rangka pencegahan stunting. Semua pihak harus bergerak bersama untuk mewujudkan generasi unggul menyambut Indonesia Emas 2045.

Demikian disampaikan Ketua Komisi IX DPR RI Felly Esterlita Runtuwene, SE dalam sosialisasi dan KIE Program bangga kencana bersama mitra kerja, Selasa (30/01/2024).

Jelas Felly Esterlita Runtuwene (FER) yang juga Caleg No.urut 5 Partai Nasdem Dapil Sulut Persoalan stunting ini bukan hanya diselesaikan oleh satu kementian atau lembaga tapi harus kerja bersama. Ini ancaman bagi bangsa kita jika tidak ditangani secara baik.

“Stunting sangat ditakuti dunia sebab jika mayoritas warganya mengalami stunting maka negara bisa hancur, sehingga Penting bagi Ibu- ibu untuk dapat memperhatikan tumbuh kembang buah hatinya sudah sejak masih dalam kandungan sehingga tidak mengalami yang namanya stunting,”jelas Srikandi Nasdem inu.

Dijelaskan Runtuwene ada 4 gejala yang terlihat kerika anak terkena stunting yakni
1. Pertumbuhan tulang pada anak yang tertunda. 2. Berat badan rendah apabila dibandingkan dengan anak seusianya.
3. Sang anak berbadan lebih pendek dari anak seusianya.
4. Proporsi tubuh yang cenderung normal tapi tampak lebih muda/kecil untuk seusianya.” Pola hidup sehat untuk mencegah stunting pada anak harus dilakukan sejak persiapan masa pra nikah bagi pasangan suami istri, jangan nanti nanti sudah hamil,” jelas FER.

Jelas Mantan anggota DPRD Sulut 2 periode inj, ada 12 Langkah Pencegahan Stunting yang Bisa Dimulai dari Rumah yakni
1.Mengoptimalkan asupan gizi ibu selama kehamilan.
2. Pemberian ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan.
3. Mengenalkan MPASI sehat dan bergizi seimbang setelah anak berusia 6 bulan.
4.Rutin mengonsumsi susu berkualitas yang khusus diformulasikan untuk anak. 5.Memberikan makanan bergizi, seperti sayur, buah, protein hewani, dan karbohidrat. 6.Menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih.
7.Memberikan stimulasi dan interaksi yang cukup kepada anak.
8.Menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi 9.Rutin memeriksakan kesehatan anak ke puskesmas atau dokter.
10.Mengikuti program imunisasi sesuai jadwal.
11.Mengajak anak untuk berolahraga dan beraktivitas fisik.
12.Melibatkan seluruh anggota keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi kesehatan dilakukan sebagai bukti atas kerja nyata yang dipersembahkan untuk masyarakat Sulawesi Utara yang telah memoercayakan Felly Estelita Runtuwene selama menjadi Anggota DPR-RI, sehingga kita masyarakat Sulut sangat beruntug memiliki wakil rakyat yang peduli bagi kepentingan masyarakat dan ini sudah dibuktikan kinerjanya.
“Saya mohon dukungan dan doanya agar kerja kerja politik bersama rakyat dapat dilanjutkan 5 tahun kedepan jika Tuhan dan masyarakat memiklih,” kuncinya.

Kegiatan ini digagas BKKBN bersama dengan Komisi IX DPR RI.
Hadi juga sebagai nara sumber, Bpk Samsul, SE dari Direktorat Komunikasi, Informasi dan Edukasi BKKBN RI dab Ibu Irma Tulungen, S.Psi, M.Kes Ketua Tim Kerja Data Informasi Perwakilan BKKBN Sulut.

(DESI)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.