Walikota dan Wawali Bitung Menghadiri Pelepasan Ekspor Perdana Sulut Menuju Asia Timur

oleh -42 Dilihat
oleh

Pelayaran Perdana Kargo SITC Kontainer Lines MV SITC Batangas VOY.2403 N dan Pelepasan Ekspor Langsung Sulawesi Utara ke Asia Timur, di Pelabuhan Peti Kemas, Kota Bitung, Kamis (8/2/2024) subuh.

ManadoTEMPO, Bitung– Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM bersama Wakil Walikota Bitung Hengky Honandar SE menghadiri acara pelepasan ekspor perdana dari Sulawesi Utara (Sulut) menuju Asia Timur.

 

 

Ini ditandai dengan Pelayaran Perdana Kargo SITC Kontainer Lines MV SITC Batangas VOY.2403 N dan Pelepasan Ekspor Langsung Sulawesi Utara ke Asia Timur, di Pelabuhan Peti Kemas, Kota Bitung, Kamis (08/02/2024) subuh.

Acara ini dihelat sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor daerah, memperkuat hubungan perdagangan internasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Drs Djauhari Oratmangun, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw, pejabat Pemprov Sulut, Unsur Forkopimda, serta para pelaku usaha.

Ekspor perdana ini melibatkan berbagai sektor, termasuk produk pertanian, perikanan, dan manufaktur. Para pelaku usaha di Sulawesi Utara berharap bahwa ekspor ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Pelepasan ekspor perdana ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur, Duta Besar RI untuk RRT dan Walikota Bitung.

“Ini menjadi peristiwa bersejarah yang mencerminkan visi dan misi pemerintah provinsi untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang ekonomi indonesia timur yang dinamis dan berdaya saing di tingkat internasional,” ujar Walikota Bitung Maurits Mantiri.

Sementara itu Wagub Steven Kandouw mengatakan, keberhasilan melakukan ekspor langsung ini, menurut dia, ternyata hasil kerjasama, hasil kolaborasi pentahelix, kerja gotong royong setelah duduk bersama, punya mindset yang sama, visi yang sama.

“Terima kasih sekali kita boleh melakukan terobosan, melewati tembok tebal yang selama ini menghalangi kita. Dan mulai sekarang kita boleh berbangga dulu karena kita betul-betul menjadi pintu gerbang,” ujarnya.

Ia berharap, semua pemangku kepentingan, pemerintah daerah mudah-mudahan bisa menjaga keberlanjutan, dan memberikan informasi kepada hinterland Sulut.

“Contohnya seperti tuna, ternyata teman-teman dari Maluku, dari Papua bahkan dari Bali sudah memakai direct call kita, mudah-mudahan komunitas-komunitas lain juga untuk ekspor boleh mempercayakan kita di Sulawesi Utara,” harap Wagub Steven.(advetorial)

No More Posts Available.

No more pages to load.