Gelar Apel Siaga, Ardiles Mewoh : Keserentakan Pemilu Ini Ujian Terbesar Bagi Bawaslu

oleh -49 Dilihat
oleh

 

Manando TEMPO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar apel siaga ‘Pengawasan Masa Tenang, Pemungutan, Perhitungan dan Rekapitulasi, serta Perolehan Suara Pemilu 2024 yang dipusatkan di Mantos 1 Manado, Jumat (9/2/2024).

Ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh, dalam sambutannya mengatakan, aspek keserentakan dari pemilu ini, menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai Lembaga pengawas pemilu yang wajib mendedikasikan dirinya menjaga hak pilih setiap rakyat.

Menyadari hal tersebut, maka selama berlangsungya tahapan pemilu ini, kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu, termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu. Sebab tugas mengawasi pemilu adalah panggilan mulia yangharus kita tuntaskan dengan baik.

Tegas Mantan Ketua KPU Sulut 2 Periode ini, Masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk didalamnya Bawaslu dan Peserta Pemilu. Berdasarkan pengalaman kita baik pada agenda pemilihan kepala daerah maupun agenda pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik – praktik kecurangan: politik uang, propaganda Isu SARA, Penyebaran Berita Bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta, bahkan tak jarang terjadi benturan kekerasan antar massa pendukung peserta pemilu. praktik – praktik seperti itu tentu mengancam keutuhan bangsa.

Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering kita hadapi di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan, yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk memengaruhi pilihan masyarakat.

“Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi, melahirkan pemimpin bermental Koruptor, menghambat pembangunan serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama dengan masyarakat harus menggaungkan kita tolak dan lawan politik uang. Seluruh elemen masyarakat harus berSinergi untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas, Pemilu yang bersih dan Bermartabat,” tegasnya

Meski demikian Bawaslu meyakini dengan dukungan Pemerintah, TNI dan Polri, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta peran media yang informatif kita dapat melaksanakan Pemilu ini dengan damai.

Sebanyak 21.184 jajaran Bawaslu hingga ke tingkat PTPS, telah siaga untuk mengawasi proses Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024.

“Apel Siaga Pengawasan ini merupakan tanda kesiapan untuk mengawasi tahapan puncak dalam pemilu serentak tahun 2024,” katanya.

Sebelumnya, Bawaslu Sulut telah menyiagakan 513 Panwaslu dan Kecamatan, Desa dan Kelurahan 1.839 dan 8.240 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) serta 10.592 Pengawas ad hoc se-Sulut, yang tersebar dari Pulau Miangas, Kepulauan Talaud sampai Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)

Apel Siaga Pengawasan menurutnya menjadi daya dorong bagi seluruh warga Sulawesi Utara pemilik hak pilih yang sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya, saling menghormati, saling menghargai, saling menyatukan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara.

Ardilea juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Bawaslu diseluruh penjuru Bumi Nyiur Melambai. Atas kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh untuk menunaikan panggilan mulia sebagai pengawal demokrasi.

Kita akan bergerak serempak di seluruh wilayah pengawasan, dan karena itu, Indeks Kerawanan Pemilu yang memuat hasil penilaian terhadap potensi pelanggaran dan kerawanan,menjadi instrument handal bagi kita dalam memproyeksikan langkahlangkah antisipatif terhadap praktik politik uang, propaganda isu SARA, Berita tidak benar serta ujaran kebencian serta potensi-potensi pelanggaran lainnya.
*Saya berharap baik bawaslu Provinsi, kabupaten/kota, pengawas di tingkat kecamatan dan desa kelurahan agar membaca dan mempelajari dengan seksama setiap data yang tersaji dalam IKP untuk menuntun proses perencanaan strategi pencegahan dan pengawasan di wilayah masingmasing,”imbaunya

Selain itu, ungkapnya Penting juga bagi personil tim pengawasan agar mengenali dan memahami karakteristik serta kecenderungan perilaku sosial kemasyarakan di wilayahnya. Hal ini agar Pengawas mampu beradaptasi dan terutama untuk melakukan penetrasi strategi pengawasan yang tepat tanpa menciderai tatanan dan nilai sosial kemasyarakatan yang ada. Kepada seluruh jajaran pengawas agar menghindari sikap-sikap arogansi saat menjalankan pengawasan.

 

(Deasy Holung)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.