Erwin Sumampouw : Partisipasi Stakholder Terhadap Pengawasan Distribusi Logistik Sangat Berperan Penting

oleh -87 Dilihat
oleh
Penutupan Kegiatan Rakor dan Evaluasi Distribusi Logistik olehKetua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Latihan, Erwin F. Sumampouw, SP., MAP

 

ManadoTEMPO – Logistik Pemilu adalah Jantung dari pelaksaan pemilu, karena itu tanpa Logistik maka bisa dipastikan Pemilu tidak akan berjalan. Demikian disampaikan Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Latihan, Erwin F. Sumampouw, SP., MAP saat menutup kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengawasan Tahapan Distribusi Logistik Pemilu Tahun 2024 Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten Kota Se-Provinsi Sulawesi Utara.

Tandasnya, Keterlibatan semua stakhoder secara aktif terhadap distribusi dan tahapan pemilu membantu kerja kerja Bawaslu.
” Betapa pentingnya distribusi logistik, bisa dibayangkan kalau ada pemilih yang tidak memilih akibat kekurangan surat suara, atau formulir untuk isian manual tidak tersedia, seperti C Hasil atau plano, maka ini akan sangat mempengaruhi kwalitas pelaksanaan pemilu. Bagi kami sebagai pelaksana dari sisi pengawasan, jika tidak melakukan tugas maka bisa dipidana,” jelas Erwin.

Tak kalah penting juga tandas Erwin adalah Koordinasi dan sinergitas, dengan semua stakhoder dan pemangku kepentingan, KPU, TNI/Polri, dan Pemerintah, Parpol, yang harus terus di maksimalkan.

Erwin juga memastikan semua masukan, catatan dan kritikan yang diarahkan kepada Bawaslu dicatat untuk kemudian mrnjadi bahan evaluasi dan masukan dalam menghadapi Pilkada 27 November mendatang.

Narsum Dekan Fisip, DR. Ferry Liando didampingi Moderator Swars

Sebelumnya DR.Ferry Liando selaku nara sumber yang juga adalah Dekan Fisip Unsrat, senada mengungkapkan peranan penting Logistik baik SDM maupun Materi Logistik yang merupakan jantung Suksesnya Pemilu . Jelas Liando, Tanpa logistik maka Pemilu tidak akan jalan atau berhenti dari tahapan.

Fungsi pengawasan tandasnya penting, karena akan mencegah terjadinya kecurangan, pemilih kehilangan hak pilih, mencegah keterlambatan bahkan penyalahgunaan.
” Kegiatan Rakor dan Evaluasi ini penting karena kita berhadapan dengan Pilkada. Walau logistik tidak serumit pemilu tapi jangan dianggap remeh,”tegas Liando

Untuk itu tambahnya Bawaslu perlu mempehatikan 4 hal penting demi efektifitas Pemilu bahkan Pilkada yakni
-Pemetaan Potensi Masalah
-Kolaborasi Stakholder
-Koordinasi Internal dan
.Kepemimpinan.

” Jika potensi masalah sudah diinventarisir atau dijajaran bawaslu dikenal dengan DIM (daftar inventaris masalah), maka persoalan yang mungkin akan timbul sudah bisa dicegah atau dimininalisir, seeperti misalnya jika cuaca buruk untuk menjangkau wilayah pulau terluar maka telah melakukan komunikasi dengan TNI dalam hal ini angkatan laut yang memiliki transportasi atau Kapal,”ungkapnya.

Fungsi Koordinasi juga tandasnya penting dalam lingkungan Internal.
“Perlu ditingkatkan kemampuan dari SDM yang ada dijajaran Bawaslu sehingga memiliki pengetahuan yang baik dalam menghadapi persoalan yang bakal muncul,” imbaunya.

Liando juga memandang langkah tepat Bawaslu dalam melibatkan unsur pers atau media dalam setiap tahapan karena tandasnya media memilki akses yang luas dan sangat mudah, sehingga bisa membantu tugas Bawaslu juga sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat
“Pers hanya melalui WA sudah bisa berkomunikasi dengan pihak BMKG terkait cuaca atau pihak PLN, tapi kalau Bawaslu harus resmi paling tidak menyurat dulu. Sehingga kendala cuaca sudah dapat diantisipasi dan berbagai hal lainnya,” tegas Liando.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bawaslu Dan Sekretaris Se-Propinsi Sulut, Ormas dan Organisasi Kemasyarakat, pegiat dan pemerhati pemilu, pemilih pemula dan unsur pers berlangsung sukses dan banyak masukan kepada Bawaslu terkait dengan Pilkada serentak.sekaligusnya Pemilu 2027 mendatang.

(Deasy Holung)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.