Ismail Dahab : Pemprov Harus Kaji Relokasi Pengungsi Gunung Ruang Ke Bolsel

oleh -144 Dilihat
oleh
Legislator DPRD Sulut Ismail Dahab dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey

 

ManadoTEMPO — Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk merelokasi warga Tagulandang yang menjadi korban Erupsi Gunung berapi di Kebupaten Sitaro salah satunya ke Komunitas Siau di Kabupaten Bolsel mendapat tanggapan anggota DPRD Sulut, Ismail Dahab.

Kepada wartawan Legislator Dapil Bolmong Raya ini menegaskan, upaya relokasi adalah langkah tepat untuk melindungi warga yang menjadi korban bencana.
“Saya tentunya prihatin dan mendoakan warga yang terdampak bencana. Mari torang sama sama mendoakan sekaligus membantu warga,” ucap Politisi Nasdem ini.

Jelasnya terkait relolasi ke Wilayah Bolsel, pemprov sulut sebaiknya melakukan kajian komprehensive dari berbagai aspek terlebih dahulu sebelum di relokasi.
“Maka kemudian perlu untuk kajian yang mendalam lalu kemudian diputuskan secara partisipatoris tidak bisa diputuskan hanya sepihak saja, termasuk masyarakat korban bencana gunung erupsi,” bebernya.

Bagi Dahap, jika memang harus direlokasi, ya harus direlokasi tetapi dimana tempatnya tidak bisa diputuskan secara sepihak tentunya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
“Pertama harus bertanya kepada para warga yang terdampak maunya ditempatkan dimana, karena relokasi bukan hanya pindah tempat, saja tetapi ada banyak hal yang harus diiingat seperti soal mata pencaharian mereka. Kedua, harus berkoordinasi dengan stakeholder dimana para warga yang akan direlokasi, karena jangan sampai kedepan muncul problem yang baru. Ingatkan wilayah Bolmong banyak terdapat persoalan terkait tanah,” tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyatakan Pemprov telah menyiapkan 2 Lokasi Relokasi korban bencana gunung tuang yakni di Komunitas Siau yang ada di Kabupaten Bolsel di Wilayah Likupang Kab.Minut.

“Kesepakatan kita akan sosialisasi kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitar Gunung Ruang. Ada dua dua desa kurang lebih 300 lebih KK harus kita lakukan relokasi,” kata Gubernur Olly usai menghadiri rapat paripurna LHP BPK di kantor DPRD Sulut, Selasa (30/4/24) siang.

Lanjut Olly, relokasi itu ada dua pilihan, yakni di Likupang dan Bolaang Mongondow Selatan.
“Kebetulan Bolaang Mongondow Selatan itu kita sudah dapat lahannya di sekitar komunitas orang Siau (warga Sitaro),” ujarnya.
“Jadi, kalau mereka pindah di sana sama seperti tinggal di kampung sendiri, di pinggir laut dan komunitas orang Siau. Nah itu yang akan kita sosialisasikan kepada masyarakat untuk mereka. Relokasi ini khusus penduduk yang ada di Pulau Ruang,” sambung Olly.

Sementara Khusus pengungsi dari Pulau Ruang, mereka akan dibawa ke Kota Manado. Pemprov Sulut sudah menyiapkan tempat pengungsian untuk lebih dari 400 KK.
“Di Bapelkes sama di BPSDM. Jadi sudah ada dua tempat yang kita disiapkan. Bisa menampung sekitar 500 sampai 600 orang di situ,” kata Gubernur Olly.

(Deasy Holung)

No More Posts Available.

No more pages to load.