Dikeluhkan Masyarakat, Rhesa Waworuntu Minta RS ODSK Terus Maksimalkan Pelayanan

oleh -84 Dilihat
oleh
Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Rhesa Waworuntu

 

ManadoTEMPO – Anggota Komisi IV DPRD Sulut Rhesa Waworuntu memberikan perhatian dan sorotan serius terkait dengan pelayanan RS Milik Pemerintah Sulut ODSK kepada pasien terutama sistim rujukan terintegrasi (Sisrute )

“Saya menjumpai pasien yang mengeluhkan harus berjam jam menunggu untuk mendapatkan pelayanan dari RS. Alasanya karena harus mengisi aplikasi.Kasian pasien sudah parah tanpa adanya penanganan,” tegas Legislator PDIP Ini.

Jelas Rhesa Waworuntu yang juga dipercayakan untuk duduk kembali di DPRD Sulut periode 2024-2029 harusnya pelayanan kepada pasien lebih dimaksimalkan sehingga harapan Pak.Gubernur agar RS ini menjadi RS rujukan dikawasan Indonesia Timur bisa tercapai.
“Harapan pak Gubernur yang mulia ini harus benar benar dilaksanakan secara baik agar kepercayaan masyarakat berobat ke RS ini akan lebih banyak,” ujarnya.

Anggota DPRD Sulut Dapil Tomohon-Minahasa ini juga meminta agar SDM yang menangani pasien rujukan lebih cekatan bahkan ditingkatkan.
Dirinya juga mengingatkan untuk penambahan tenaga dokter spesias dan dokter umum.
“Perlu dibenahi alur rujukannya, SDM dilatih lebih sigap lagi, agar keluhan demi keluhan diminimalisir bahkan kalau perlilu zero,” tandasnya.

Dirut RS ODSK, dr.Lidya Tulus

Menggapi hal ini Direktur RS ODSK dr. Lidya E. Tulus menjelaskan, Sisrute adalah sistem rujukan antar rumah sakit se-Indonesia.

“Sisrute ini dari Kementerian Kesehatan. Untuk Provinsi Sulawesi Utara diampuh oleh RSUP Prof. Kandou,” ucapnya.

Lanjut dr. Lidya, setiap rumah sakit memiliki aplikasi Sisrute sendiri.

“Itu kalau ada pasien dari rumah sakit tipe C akan dirujuk ke rumah sakit seperti kami ODSK tipe B, petugas RS tipe C harus memasukkan data-data pasien dan permintaan dari aplikasi Sisrute,” jelasnya.

“Setelah diterima oleh petugas rumah sakit ODSL, langsung dilaporkan ke dokter jaga dan dokter jaga akan mengkosultasikan ke dokter spesialis yang terkait sehingga bisa disampaikan rujukan tersebut bisa ditangani ODSK atau tidak,” sambung dr. Lidya menjelaskan.

Penerapan aplikasi ini kadang mengalami kendala seperti jaringan internet. Aplikasi Sisrute ini berbasis internet.

“Saat ini memang RS ODSK masih keterbatasan dokter spesialis. Masih sangat membutuhkan support DPRD Sulut,” tandasnya.

Namun tambahnya, bulan Juli akan masuk dokter dokter yang lulus PPPK, sehingga dapat membantu pelayanan.

(Deasy Holung)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.