Ismail Dahab Desak Dikda Ungkap Dugaan Titipan Pejabat Hingga Anggota Dewan Di sekolah Favorit

oleh -686 Dilihat
oleh
Ismail Dahab Anggota Komisi IV saat RDP bersama Dikda Sulut

 

ManadoTEMPO – Komisi IV DPRD Sulawesi Utara menyoroti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK tahun ini terlebih di sekolah sekolah Favorit

Anggota Komisi IV, Ismail Dahap saat RDP dengan Dinas Pendididikan Sulut mengungkapkan, pihaknya mendapatkan keluhan, ada siswa yang masuk zonasi tapi tidak diterima di sekolah terdekat.

“Sementara ada pendaftar lain yang rumahnya lebih jauh dari sekolah, justru diterima. Kami mensinyalir, bisa saja ada praktik titik menitip. Kasihan ada anak yang pintar, yang rumahnya dekat sekolah tapi karena bukan anak prjabat tidak diterima, tapi justru sebaliknya karena anak pejabat justru mulus. Saya prihatin kalau kondisi pendidikan kita beginu ,” kata Legislator Nasdem ini, Senin (1/7/2024).

Dirinya pun mendesak Kadis pendidikan DR.Femmy Suluh agar membeber kepada Publik.
“Buka saja ibu kadis kalau ada titipan jangan di sembunyikan. Kita juga sebagai pejabat atau anggota Dewan harus sadar diri jangan memaksanakan kehendak karena yang akan menjadi korban adalah orang lain. Kasian kalau rumah mereka dekat sekolah justru sekolah dilain tempat, ” tandas nya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, DR. Femmy Suluh mengatakan, PPDB sudah tersistem secara online.

“Dari banyak keluhan, Rata-rata ada yang memang gagal syarat. Seperti, misalnya, ada yang KK-nya tidak sinkron. Tinggal memang dekat sekolah tapi ternyaka dokumen kependudukannya tidak sesuai,” katanya.

Tanbahbya Untuk zonasi, terintegrasi dengan Google Maps dan Data Kependudukan. Untuk afirmasi khusus bagi siswa kurang mampu dan terdaftar di DTKS,” jelasnya.

” Kita tidak bisa macam macam apagi mengutak atik saat siswa mendaftar langsung terkoneksi dengan data kependudukan dan google.Semakin dekat rumah maka peringkat Zonasi akan naik. Sehingga bisa dipantau pergerakkannya setia waktu. Semua melalui sisitim,”jelasnya.

Terkait itu, Femmy Suluh meminta kerja sama para pihak agar sama-sama mengawasi proses penerimaan siswa baru.

“Kami juga bekerja sama dengan Tim Cyber Polda Sulut. Proses ini juga kan diawasi KPK,” katanya.

Kedepan Legislator Totabuan Ismail Dahab meminta agar sosislisasi terhadap teknis lewat PPDB online dengan 4 jalur penerimaan semakin masif dilakukan sehingga tidak meninbulkan banyak tanya dan keluhan.

Dirinya juga meminta ada pemerataan pendidikan bahkan bantuan untuk kegiatan extrakurikuler sehingga tidak ada lagi sekolah yang dikatakan Favorit dan tidak.

“Hapuskan hal hal begini supaya penerimaan siswa akan merata, tidak tertumpuk disekolah yang dikatakan favorit. Semua sama, tingkat mutu guru, pelajaran dan kegiatan extra,” tandasnya.

(Deasy Holung)

No More Posts Available.

No more pages to load.