SULUT, ManadoTEMPO – Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut, Rhesa Waworuntu memberi perhatian serius, terkait dengan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diwilayah Sulawesi Utara.
Pasalnya dalam pantauan ternyata ada formasi yang justru diisi oleh Pegawai dari luar Instansi dimana pegawai tersebut mengabdikan diri.
” Kami mengikuti pelaksaaan seleksi ini, yang dilakukan oleh Pemerintah dengan pelaksana BKN dan berharap persoalan tenaga honorer diwilayah ini dapat tuntas dengan adanya rekruitmen atau seleksi PPPK,” jelasnya.

Namun menurut legislator PDIP ini, ada hal yang harus disikapi yakni nasib tenaga honorer yang kemudian tidak lulus atau tidak masuk pada formasi yang dibutuhkan. Bagaimana upaya pemerintah dalam hal ini BKD, jangan sampai ada yang di rumahkan,” tandas anggota Dewan Dapil Tomohon- Minahasa.
Kami akan dorong agar mereka diiusulkan menjadi PPPK paruh waktu.”Pasca nantinya pengumuman hasil, kami meminta BKD langsung mengusulkan untuk pengangkatan PPPK paruh wakru bagi THL yang tidak masuk pada formasi,” tandasnnya.
Diisamping itu dirinya juga menyoroti adanya formasi disuatu instasi yang justru terisi tenaga ASN dari luar. Harusnya dalam rekruitmen ini diprioritaskan bagi Pegawai diinstansi dimana selama ini mereka mengabdi.
” Kami dapati di RS ODSK ada formasi yang diisi pegawai dari luar, bukan yang THL di ODSK. Kasian kan nasib mereka,” ungkap Rhesa dengan nada prihatin.
Terkait hal ini Rhesa memastikan akan memanggil RDP bersama BKD Sulut untuk mendapatkan kejelasan.
” Kami Jadwalkan pekan ini untuk menggelar RDP,” ucapnya.
(Deasy Holung)
