Temui Dirjen KemenP2MI, Louis Carl Schramm Ingatkan Upaya Mitigasi Pekerja Migran Ilegal

oleh -1754 Dilihat
oleh
Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) Rinardi, SE.M.Sc dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Louis Carl Schramm, SH.MH

 

SULUT, ManadoTEMPO- Banyak warga Sulut yang menjadi korban jiwa dari Scammer atau pelaku penipuan, terutama yang beroperasi secara online, yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial atau informasi pribadi dari korbannya dinegara Kamboja dan sekitarnya, mendorong Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Louis Carl Schramm, SH.MH untuk melakukan Komunikasi langsung dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).

Louis Schramm diterima langsung oleh
Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) Rinardi, SE.M.Sc  bersama Ronny Anis, mantan Kepala BP2MI Lampung yang berasal dari Sulut, yang juga sangat peduli dan prihatian terhadap pekerja Migran , serta sejumlah deputi.

Dimana menurut ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut kepada wartawan Rabu, 25 Juni 2025 diruang Fraksi Gerindra, KemenP2MI sedang merancang strategi khusus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga juga pemerintah daerah dan BP2MI untuk menuntaskan masalah penipuan yang kerap dialami pekerja migran Indonesia non prosedural atau ilegal.

Langkah ini berdasarkan catatan masih banyaknya masyarakat Indonesia termasuk Disulut yang berangkat kerja secara ilegal ke Kamboja, Myanmar dan Thailand tertipu lantaran iming-iming gaji besar .
“Mereka terkadang sulit terdeteksi karena menggunakan Visa Wisata bukan kerja.Berangkat Sehat, pulang jadi mayat. Ada juga suami istri yang ditemui asal Sulut yang nekad berangkat terutama suaminya walau telah diedukasi,” ujarnya.

Ketua Gerindra kota Manado ini juga sangat menyayangkan jika masih saja kejadian berulang warga Sulut yang nyata nyata sudah ada korban jiwa namun nekad kesana.

Untuk itu tegas Louis , kolaborasi lintas kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah terkait hal ini pelu dilakulan sehingga akan menekankan upaya-upaya meminimalisir masyarakat tak mudah tergiur berangkat kerja secara ilegal ke tiga negara ASEAN tersebut.

Dia memastikan, KemenP2MI akan selalu hadir melindungi pekerja migran Indonesia baik itu legal atau ilegal yang tersandung permasalahan di luar negeri.

Meski demikian, Louis juga mengimbau agar masyarakat menyaring informasi lebih dalam terkait loker kerja di luar negeri sebagai tindakan pencegahan. Dia menegaskan, mengikuti prosedur menjadi pekerja migran Indonesia legal lebih terjamin kesehatan, keselamatan dan pelindungan hukumnya.

“Jangan mudah tergiur dengan pekerjaan-pekerjaan iming-iming yang tinggi t. Banyak negara-negara lain yang jauh lebih besar memberikan penawaran gaji dan penghasilan yang baik, risiko yang lebih rendah. Tapi kembali lagi, lakukan dengan prosedural,” imbau nya

Louis juga tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat Sulut, agar tak mudah tergoda dengan tawaran gaji tinggi kerja di luar negeri, seperti di Kamboja, Myanmar dan Thailand.

Pemerintah Indonesia tidak memiliki kerja sama dengan tiga negara tersebut terkait penempatan pekerja migran,” tandasnya.

“Jadi, jika ada tawaran pekerjaan datang dari tiga negara tersebut, mohon untuk lebih jauh berhati-hati karena ada begitu banyak kasus TPPO (tindak pidana perdagangan orang) yang terjadi,” sambungnya.

Louis juga memberikan apreseasi terhadap aparat kepolisian yang menangkap otak .
” Saya juga sangat meyanyangkan yang tergiur kerja bukan mereka yang putus sekolah, tapi ada juga yang lulusan perguruan tinggi, yang pada akhirnya mereka hanya disiksa dan disandra disana,” ungkapnya.

Dirinya juga berpesan jika ada tawaran kerja agar dapat menghubungi aparat kepolisian, dinas tenaga kerja setempat bahkan BP2MI didaerah.

Louis juga berharap adanya edukasi dan informasi secara lebih luas, dengan melibatkan semua Stakholder sebagai bentuk mitigasi atas tenaga kerja didaerah ini terlebih oleh dinas terkait.

(Deasy Holung)