Operasi Pasar Beras Murah, GEMPAR Sulut Apresiasi Langkah Gubernur YSK

oleh -7489 Dilihat
oleh
Pembina GEMPAR Sulut Stevi Mait

ManadoTEMPO-Pembina Generasi Muda Pembaharuan (Gempar) Indonesia, Sulut Stevi Mait melihat langkah Pemprov Sulut menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan operasi pasar sangat tepat dan membantu masyarakat.

Persoalan stok beras melimpah lanjut Mait menandakan, pemerintah pusat dan daerah telah mengantisipasi jika terjadi kondisi harga beras merangkak naik.

“Demikian disaat stok beras melimpah kemudian muncul riak harga beras naik. Maka penting pemerintah sidak langsung dilapangan. Agar bisa tahu akar permasalahan yg terjadi,” kata Mait.

Disatu sisi, jika ada oknum yang ikut bermain disaat masyarakat butuh bahan pokok tersedia, Mait berharap pemerintah pasti akan mencari tahu.

“Maaf sedikit menyimpulkan, bahwa politik bukan tentang pemilu 5 tahun sekali, tapi dugaan nampak ada “oknum” tertentu yang memanfaatkan situasi dan disaat tertentu. Sehingga membuat Masyarakat resah. Demikian aktivitas medsos saat ini terjadi agar memudahkan masyarakat langsung mengukur kinerja pemerintahan,” jelas Mait.

Mait pun mengajak Mari Torang bersama pemerintahan yang baru suport untuk kesejahteraan orang banyak. Dengan aktif memberikan masukan yang mungkin bisa menjadi solusi dan berikan kritik yang membangun. Bukan Mencela,” terang Mait.

Wilayah Sulut saat ini memang sedang terdampak naiknya harga beras.

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling SE pun melihat beras adalah persoalan serius hingga diperintahkan operasi pasar murah.

“Kenaikan harga beras ini adalah persoalan serius. Kita hadir untuk rakyat. Operasi pasar murah adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah,” tegasnya.

“Kami tidak segan menindak oknum yang sengaja menimbun atau memainkan harga demi keuntungan pribadi,” Gubernur Sulut mengingatkan.

Mengingat ada sekitar 138.676 warga Penerima Bantuan Pangan (PBP) tersebar di 15 Kabupaten/Kota se Sulut yang harus dilayani pemerintah.

Kuota ini sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial. Jumlah beras yang diterima sebanyak 10 kg/PBP/bulan selama 2 bulan, Juni sampai Juli.

Menurut laporan Kementerian Pertanian stok cadangan beras pemerintah (CBP) menembus angka 4 juta ton. Ini merupakan capaian tertinggi dalam sejarah.

Herannya, justru terjadi kejut naik harga beras yang dampaknya meresahkan masyarakat.

Meredam fenomena itu pemerintah bakal segera mengguyur pasar dengan 250 ribu ton beras murah atau beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai Juni hingga Juli 2025.

Langkah tersebut diambil untuk meredam lonjakan harga beras di sejumlah daerah.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menjelaskan, distribusi akan difokuskan ke wilayah-wilayah dengan harga beras yang tinggi.

(tonny mait)