Influencer Lokal Manado Bakal Dipolisikan: Lewat Medsos Serukan Boikot Dikecam Netizen

oleh -9125 Dilihat
oleh
Pembina GEMPAR Sulut ketika bersama Wakil Ketua Dewan Pembina GEMPAR Indonesia Cornelius Ronowidjodjo.

ManadoTEMPO-Generasi Muda Pembaharuan (Gempar) Indonesia, Sulut yang getol “berteriak” mengecam pembubaran paksa dan pengrusakan di kegiatan retret remaja Kristen di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, kembali terusik.

Kali ini, melalui unggahan influencer lokal Manado Mitra Madjid yang menyerukan boikot restoran Pizza yang baru buka di Kota Manado.

Unggahan itu pun disambut kecaman dari netizen khususnya Sulut kendati kemudian usai dirujak, si influencer lokal Manado Mitra Madjid ini langsung menghapus unggahannya.

Terlanjur menyebar di berbagai grup medsos terlebih di Facebook dan dianggap tidak pantas, GEMPAR Sulut Ormas binaan Hashim Djojohadikusumo pun angkat bicara.

“Ditengah kita sedang menjaga teloransi dan mendukung pemerintah dalam menarik investasi agar terbuka lapangan pekerjaan hingga roda perekonomian di Sulut khususnya di kota Manado lebih kuat, masih ada manusia yang bisanya menebar kebencian terhadap usaha orang lain,” cetus Pembina GEMPAR Indonesia, Sulut Stevi Mait.

Dia pun menegaskan sementara melakukan konsultasi bagian hukum GEMPAR membahas apakah unggahan influencer lokal Manado dengan nama Mitra Madjid ini ada unsur pidana. “Jika masuk, kita laporkan ke aparat hukum,” tegas Mait.

Jim Mamarimbing, M.Fil, Ketua Biro Pembinaan Kerohanian Hubungan Kerja Sama Antar Gereja GEMPAR Sulut menambahkan, influencer harusnya menularkan nilai-nilai positif dan edukatif yang mempererat lebersamaan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Boikot adalah hak individu maupun kolektif, dan menyuarakannya di media sosial adalah bagian dari kebebasan berpendapat. Namun, tetap bijak dan tidak kontraproduktif,” jelas Wakil Ketua BKSUA Kota Manado.

Lanjutnya, Hendaknya masyarakat dengan bijak memanfaatkan media sosial dengan 7 poin bijak bermedia sosial dalam menjaga Kerukunan dan Toleransi beragama khususnya di Sulawesi Utara:

1. Hormati Semua Keyakinan dan Pilihan Individu.
2. Bijak Menyikapi Konten berbau SARA dan Ujaran Kebencian.
3. Gunakan Media Sosial untuk Mempererat, Bukan Memecah atau merugikan pihak-pihak tertentu
4. Bagikan konten yang mencerminkan nilai-nilai toleransi, kasih sayang, dan perdamaian yang memper erat Keberagaman.
5. Hindari Fanatisme Ekstrem di Ruang Publik Digital
6. Tidak menggunakan Isu Agama untuk Kepentingan Pribadi, Kelompok atau Politik.
7. Sampaikan Pendapat Secara Sopan dan Santun.

Tanggapan netizen di berbagai grup pun beragam kecaman:

Sulawesi Utara Comunity:
Pi tinggal d Utang jooo 🙄
Jang bawa t paham aneh2 d tanah Minahasa 🙏
Bagus Ngana tu dapa boikot !!!

Lambe Kawanua Official Adoh: kasiang sister, angko nintau ini Pizza tu qt da doakan spya cepat buka di manado 🥲

Ni Pizza nd menguras kantong kasiang, kong dpe rasa haucee Qt kasiang blm riki pi rasa karna ba antri pe banya Angko smo Boikot.

Langsung hilang tpe harapan mo makang banya , apalagi ini masih diskon 50% kasiang sayang

Mar tenang ini status kata so di hapus oleh yang bersangkutan, jadi ttp trg 2 masih mo cuss Raymond Liem Kho
Se kumpul dulu tu receh2 neh 🤣😁
Unggahan influencer lokal Manado Mitra Madjid yang menyerukan boikot restoran Pizza yang baru buka di Kota Manado menuai reaksi netizen.

#manado
#sulut
#torang
#samua
#basudara
Akibat Seruan Boikot ” Domino’s Pizza ”
Jadinya Rumah Makan Sambal Bakar Bu RT
yg Bintang Satu 🤭🤭
Bukan Kaleng2 Netizen Sulawesi Utara P GEBRAKAN 🤣 Cuma Butuh Beberapa Jam Rating Sambal Bakar Bu RT Langsung Anjlok 👎

#stop
#pikiran
#radikal
#sulut
#torang
#samua
#basudara

(Tonny Mait)