Melalui Plt Sekwan Niklas Silangen, Gubernur YSK Ingatkan Budaya Harus Hidup Dihati Dan Keseharian Kita.

oleh -1667 Dilihat
oleh
PLT Setwan , Weliam Niklas Silangen, S.Sos.MSI mewakili Gubernur membuka dan menyampaikan sambutan pada Festifal Budaya Sangihe

SULUT, ManadoTEMPO – Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus melalui Plt Sekretaris DPRD Sulut, Weliam Niklas Silangen, S.Sos.MSi membuka kegiatan Festival Seni Budaya Sangihe tahun 2025 sekaligus membacakan sambutan Gubernur.

Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi Pelabuhan tua Tahuna, 7 November 2025.

Kedatangan Niklas Silangen disambut Bupati dan Wakil Bupati Sangihe dan Jajaran serta warga Sangihe , ditandai dengan Prosesi adat penjemputan tamu.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dalam sambutannya menyatakan Seni budaya Sangihe bukan ajang hiburan tapi manifestasi cinta kita terhadap warisan leluhur, budaya dan jati diri orang Sangihe.

“Cita-cita para leluhur kita untuk terus menjaga kesejahteraan kebudayaan dan tentunya kebersamaan masyarakat Sangihe untuk terus kita tuangkan dalam Festival ini,” ucapnya.

Lanjut dikatakan Bupati melalui Festival ini khususnya budaya akan terus dikenal di Provinsi maupun Nasional

Sementara Gubernur YSK yang dibacakan Niklas Silangen l, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival seni budaya Sangihe.

“Pertama marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan atas kasih dan penyertaannya. Menyiapkan acara sebesar ini tidaklah mudah. Tapi karena semangat gotong royong dan rasa cinta terhadap daerah semua berjalan dengan baik. Inilah Semangat Sangihe yang sesungguhnya, semangat mapalus, semangat kebersamaan,” ujar Silangen yang membacakan sambutan Gubernur YSK.

Lanjutnya, Festival ini bukan hanya pertunjukan seni dan budaya tapi festival ini adalah cerita tentang siapa kita, darimana kita berasal dan kemana kita akan melangkah.

“Budaya adalah identitas, mengikat kita dalam kebersamaan dan mengingatkan kita bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan akar, justru tumbuh kuat dari akar itu sendiri,”lanjutnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa tugas kita bersama menjaga dan mewariskan kepada generasi muda.

“Sangihe punya musik bambu, tari-tarian tradisional, tenun sangihe, ritual adat sampai bahasa sangihe yang penuh maknam semua itu adalah warisan budaya tak ternilai.

Selain itu, Gubernur menyampaikan pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan seperti ini.

“Kita ingin menjadikan festival ini menjadi iven tahunan yang bukan saja kebanggan lokal tapi destinasi budaya nasional dan internasional karena kita tahu budaya bukan hanya kebanggaan daerah tapi peluang ekonomi, lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat,”jelas Gubernur.

Niklas Silangen yang membacakan sambutan menyatakan, Mari kita jaga momentum ini jangan biarkan budaya hanya hidup di panggung tapi hiduplah dihati kita, dirumah kita, di keseharian kita. Ajarkan anak-anak menyanyi lagu daerah, tarian tradisional, mencintai bahasa dan adatnya.

“Mari kita rayakan festival seni dam budaya sangihe tahun 2025 ini dengan penuh kegembiraan, persaudaraan, dan kebanggaan. Semoga Tuhan memberkati tansh sangihe dan memberkati kita semua,”pungkasnya

Festival Seni budaya saat ini semua digagas oleh masyarakat asli Sangihe dengan ragam budaya.

(Deasy Holung)