APBD Sulut Dibahas Super Cepat, Ini Penjelasan TAPD Dan Banggar

oleh -2015 Dilihat
oleh
Ketua TAPD/Sekprof Sulut, Tahlis Gallag.dan Anggota Banggar, Hi.Amir Liputo, SH

 

SULUT, ManadoTEMPO – Sorotan yang dilayangkan sejumlah pihak terkait dengan waktu pembahasan Ranperda APBD Sulut tahun anggaran 2026 yang singkat hanya beberapa jam mendapatkan tanggapan langsung ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Sekrpof Sulut Tahlis Gallang.

Usai Pembahasan dan diterima oleh 5 Fraksi , Tahlis Gallang menjelaskan proses pembahasan APBD sudah dilaksanakan beberapa minggu yang dimulai dari KUA/PPAS.
” Pembahasan kita bersama TAPD sudah dimulai beberapa minggu dalam KUA/PPAS, bahkan menghadirkan semua SKPD di setiap Komisi begitu detainya sehingga sehingga ada angka kesepakatan dab angka itu real. Kemudian kita distribusikan disetiap SKPD. Dengan Jumlah kegiatan yang berkurang dan anggaran yang terbatas makanya cepat, intinya detail sudah diKUA/PPAS bahkan 2 Minggu digodok. Anggaran kita berkurang 680 Miliar, yang di fokus adalah belanja rutin,” ujar Sekprof kepada wartawan, Selasa, 25 November 2025.

Meski mengalami pengurangan anggaran, ,namun Jelas Tahlis Gallang target ekonkomi makro bisa tercapai, karena banyaknya proyek kementrian yang turun kedaerah kita.
” Kita diuntungkan karena yang bertanggungjawab terhadap kerja langsung dari kementrian,” tandasnya.

Baca juga:  Amir Liputo Resmi Nahkodai PKS Sulut , Gubernur YSK : Bersama PKS Kita Majukan Sulawesi Utara

Hal Senada diungkap Anggota Banggar Hi.Amir Liputo, SH saat dimimtai tanggapan. Jelasnya, pernyataan bahwa APBD Sulut 2026 dibahas cepat itu keliru. Justru menurutnya, ini Pembahasan terlama karena sejak diajukan kurang lebih 1 bulan lalu, baru disetujui .
” Lamanya digodok diKUA/PPAS, pembagian anggaran, ketika pokir belum terakomodir mandek, namun ternyata ada satu atau dua diakomodir bersyukur kita tidak bisa memaksa lebih pemprov, karena uangnya tidak ada. Misalnya di dinsos RTLH yang semula dianggarkan 3 bertambah, untuk panti bertambah, hibah menurun hanya Rp. 10 Milird, karena Rp. 43 Miliard dana bos. APBD ini kita hanya melihat apakah benar dijabarkan diSKPD, dan terlihat ada kenaikan anggaran , termasuk hutang yang dianggarakan dibayar,” tegasnya.

Jadi keliru jika dikatakan APBD tahun 2026 ini hanya dibahas beberapa jam,” ucap ketua Wilayah PKS Sulut.

(Deasy Holung)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.