Proyek Pengamanan Teluk Amurang Multi Fungsi 

oleh -1004 Dilihat

Minsel, Manado TEMPO-Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR (Balai Wilayah Sungai) Sulawesi Utara, telah mengucurkan dana puluhan milyar untuk pembangunan tembok pengamanan pantai yang berlokasi di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur.

 

Proses pekerjaan fisik proyek yang ditangani oleh oleh PT Karya Murni Anugerah, telah memasuki babak akhir atau hampir rampung dengan capaian pekerjaan lebih dari 80 persen.

 

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan proyek tersebut tidak hanya mengupayakan perampungan tepat waktu melainkan sangat memperhatikan kualitas serta tidak mengabaikan keselamatan kerja para pekerja.

 

Soal fungsi atau manfaatnya, ternyata pembangunan tembok pengamanan pantai Boulevar Dua ini, tidak hanya untuk melindungi garis pantai dari ancaman abrasi melainkan memiliki banyak atau multi fungsi antara lain melindungi rumah atau bangunan milik warga maupun pemerintah dari ancaman hantaman ombak serta menyajikan ruang publik baru yang indah dan fungsional.

 

Yang paling menarik lagi, proyek dengan panjang kurang lebih 600 meter ini, telah dilengkapi sebuah Jeti untuk tempat berlabuh perahu-perahu milik nelayan, sehingga memastikan perahu milik nelayan tetap aman serta akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

Baca juga:  Kunjungi Radio Memora Manado, KPID Sulut Ingatkan Standart Penyiaran Yang Baik Dan Benar Sesuai Regulasi

 

Koordinator Tim Teknis Pantai Amurang Paket 1 yang akrab di sapa Alain serta Yefta Weken selaku penanggung jawab lapangan, menjamin pengerjaan dilakukan sesuai kaidah teknis dan standar keselamatan.

 

“Pekerjaan terus dipacu dan ditargetkan tuntas pada bulan Desember 2025 mendatang. Pengerjaannya dilakukan pengawasan ketat dan penerapan standar K3, mulai dari penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan, hingga prosedur keselamatan kerja yang jelas serta menegaskan komitmen proyek terhadap kualitas dan keamanan,” ujar keduanya.

 

Mereka juga menyebutkan bahwa pelaksanaan proyek pengamanan pantai Boulevar, dipantau langsung oleh kepala BWS Sulawesi l dalam progresnya agar selesai tepat waktu serta menggarisbawahi urgensi dan pentingnya proyek ini bagi bagi daerah Minsel dan menjadi contoh bagaimana infrastruktur modern dapat berfungsi ganda sebagai benteng alam dan sekaligus katalisator pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir. (Jemmy Panambunan).

No More Posts Available.

No more pages to load.