Wujud Solidaritas Nasional, Pemprov Sulut Salurkan Rp1,5 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

oleh -1435 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO–Pemprov Sulut menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah barat Indonesia. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, secara resmi mengumumkan penyaluran bantuan kemanusiaan sebesar Rp1,5 miliar yang ditujukan untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah ini menegaskan posisi Sulawesi Utara yang tidak hanya siaga menjaga wilayahnya sendiri, tetapi juga hadir sebagai saudara sebangsa bagi daerah lain yang sedang tertimpa musibah.

Pengumuman bantuan tersebut disampaikan Gubernur Yulius Selvanus saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana dan Pengamanan Aktivitas Masyarakat Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Kamis 04 Desember 2025.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius menekankan filosofi lokal yang harus diangkat ke level nasional.

“Nilai Mapalus, gotong royong khas kita tidak boleh hanya dipraktekkan di dalam daerah. Ini harus kita wujudkan sebagai solidaritas nasional. Sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, sakit yang dirasakan saudara kita di Sumatera adalah sakit kita juga,” tegas Gubernur Yulius.

Adapun rincian penyaluran bantuan tersebut adalah:

* Rp500 Juta dialokasikan khusus untuk penanganan bencana di Aceh.

* Rp1 Miliar dialokasikan untuk wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Gubernur Yulius menjadikan bencana di Sumatera sebagai peringatan keras (wake-up call) bagi jajaran Pemprov Sulut. Ia menyoroti laporan terkini mengenai tiga kabupaten di Aceh yang terisolasi total akibat rusaknya akses transportasi darat.

“Iklim sedang tidak stabil. Apa yang terjadi di Aceh dan Sumut curah hujan tinggi, banjir, longsor adalah cerminan potensi ancaman yang juga mengintai kita,” ujarnya.

Oleh karena itu, dalam menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan, mitigasi Risiko yakni pemetaan ulang titik rawan bencana. Kesiapsiagaan, respon cepat terhadap perubahan pola cuaca ekstrem dan sinergitas yakni koordinasi ketat antar-lembaga untuk pengamanan aktivitas masyarakat.

Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh peserta Rakor dan masyarakat Sulawesi Utara untuk mendoakan proses pemulihan di tiga provinsi terdampak. Bantuan dana yang dikirimkan diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi wilayah dan menjadi simbol bahwa masyarakat Sulawesi Utara memiliki empati yang tinggi terhadap sesama.

“Kita hadir untuk memberikan dukungan nyata. Semoga bantuan ini mempercepat pemulihan saudara-saudara kita di sana,” tutup Gubernur Yulius.

(tonnymait)