Sepakbola Sulawesi Utara; Target, Langkah dan Harapan

oleh -3875 Dilihat
oleh

Potensi besar dari bakat pemain dan dukungan suporter yang tidak pernah surut, namun menghadapi tantangan signifikan. Setelah tidak ada lagi Tim Profesional, Infrastruktur yang tidak bertransformasi maka dibutuh pengelolaan profesional untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Sulawesi Utara di kancah nasional.

Masyarakat pecinta yang haus akan hiburan rumput hijau meyakinkan bahwa terdapat dukungan suporter yang besar, terutama untuk klub kebanggaan daerah sendiri, ini adalah potensi. Saat itu, masa kejayaan bola Sulut, setiap laga pasti dibanjiri pendukung, yang datang dari kepulauan dan daratan Sulawesi Utara. Namun sekarang, perlu adanya introspeksi ketika bencana bola Sulut, Tim praPON tidak dapat melangkah ke jenjang tertinggi Indonesia. Tim sepak bola Sulut menghadapi hasil yang kurang memuaskan di kompetisi tingkat nasional, seperti kegagalan tim Pra PON Sulut untuk lolos dari fase grup, yang memicu evaluasi mendalam dari Asprov PSSI.
Hal ini sedikitnya mempengaruhi upaya pembinaan pemain muda dan usia dini serta perekrutan tim. Walau saat ini masih terlihat adanya berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) dan turnamen tingkat provinsi seperti Liga BLiSPI Zona Sulawesi Utara dan kejuaraan antarpelajar.

Penting Pengurus PSSI dan praktisi bola berinisiatif mendirikan akademi juga menunjukkan fokus pada regenerasi atlet seperti akademi di bawah naungan PS Jaya Sakti Kodam IX Merdeka untuk mendukung pembinaan tersebut.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, mengatur kerangka hukum penyelenggaraan olahraga, termasuk sepak bola, mulai dari pembinaan, prestasi, pendanaan, hingga peran serta masyarakat.

Bahwa sepak bola Sulut membutuhkan pengelolaan yang lebih serius dan profesional dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan Asprov PSSI Sulut untuk mencapai hasil yang lebih baik di tingkat nasional.

Menarik saat momentum peluncuran Persma 1960 yang digadang-gadang menjadi titik kebangkitan kembali sepak bola di Sulawesi Utara. Semoga niat baik Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) tidak bertepuk sebelah tangan dari para pemilik club lain di Sulut, saat ber asumsi “hanya Persma1960” yang lain hanya mengikuti kewajiban, harus dihindari.

Di sisi lain, mendaftar nya Sdr Joune Ganda dan dikabarkan sebagai pendaftar pertama dan terakhir. Membuat proses pemilihan nanti berjalan cepat, tepat dan sesuai prosedur. Berharap tidak ada gejolak yang mencoreng. Klarifikasi resmi PSSI terhadap voters yang terlibat, dan atau ada pertanggungjawaban pengurus terhadap club yang tidak pernah melaksanakan kompetisi sehingga gagal syarat sebagai voter.

Masih banyak tugas Asprov PSSI Sulut kedepan, butuh kolaborasi futuristic dan visioner untuk mencapai tujuan bersama. Keterwakilan penting namun kompetensi dan hadirkan sosok kredibel jauh lebih penting.

Momentum pemilihan Ketua Asprov masa bhakti kedepan beserta program-programnya, kepedulian Gubernur terhadap Sepakbola, target lolos PON dan antusiasme suporter adalah karunia Tuhan bagi kita.

Sambil flashback terhadap orang2 yang telah berdedikasi, “gilabola”..! Trimakasih semua, terus berkarya , kompetisi adalah pertarungan, tapi persatuan dan kesatuan adalah segalanya. Enjoy Yes… selalu indah apabila ada persatuan. SIAAP!.

(Dr Harley Mangindaan)