Gubernur Yulius Buka Sulut Chess Open 2025, Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Catur Daerah

oleh -1716 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus secara resmi membuka Sulut Chess Open 2025 yang digelar di Graha Gubernuran, Selasa–Rabu (9–10 Desember 2025). Turnamen ini menjadi ajang catur beregu terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan menghadirkan 65 tim dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Tahun ini, Sulut Chess Open memperebutkan total hadiah Rp123 juta, menjadikannya salah satu turnamen catur daerah dengan hadiah terbesar di Indonesia. Pelaksanaan event tersebut merupakan hasil kebijakan cepat Gubernur Yulius dalam memaksimalkan sisa anggaran catur Dispora Sulut agar tidak tersisa menjelang akhir tahun anggaran.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan pentingnya memastikan seluruh penggunaan anggaran publik dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan tidak terbuang sia-sia, terutama di penghujung tahun anggaran. Ia menilai penyelenggaraan turnamen ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan anggaran yang produktif dan memberi dampak langsung pada pembinaan olahraga.

Sebagai Wakil Ketua PB Percasi Pusat, Gubernur Yulius menyebut penyelenggaraan Sulut Chess Open 2025 sebagai langkah awal memperkuat dan membangun ekosistem catur Sulawesi Utara secara berkelanjutan.

Gubernur Yulius kembali menegaskan pentingnya percepatan program Sekolah Catur Junior, yang ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026, dengan pendaftaran atlet yang dibuka sejak awal tahun. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan usia dini yang terstruktur untuk melahirkan generasi atlet catur berprestasi.

Gubernur juga memaparkan keberhasilan Sulut mengirim tiga atlet catur junior untuk mengikuti pelatihan jangka panjang selama dua tahun di Sekolah Catur SCBF Serang. Salah satu atlet binaan tersebut bahkan berhasil meraih medali emas pada kejuaraan di Mamuju, menjadi bukti bahwa pembinaan berjenjang dapat menghasilkan prestasi nyata.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Yulius mengajak seluruh unsur Percasi, atlet senior, pelatih, hingga pemerhati catur untuk aktif berkolaborasi dalam regenerasi atlet. Ia menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak boleh bergantung pada satu atau dua individu saja, tetapi harus dibangun melalui sistem pembinaan kolektif.

Menutup sambutannya, Gubernur Yulius mengumumkan bahwa Mawar Cup, yang semula batal digelar tahun ini, akan dijadwalkan ulang pada Februari 2026, sekaligus memperingati Hari Merah Putih.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulut sedang merencanakan penyelenggaraan kejuaraan catur dan panahan tingkat nasional hingga internasional sebagai langkah strategis mendorong prestasi atlet daerah, membuka peluang sport tourism, serta memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai tuan rumah event olahraga prestisius.
(tonnymait)