PKB Sulut Ucapkan Selamat Natal di Muswil, Gubernur Yulius Sebut Potret Langka dan Simbol Kuat Toleransi

oleh -1843 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara yang digelar di Swiss-Belhotel Manado, menjadi sorotan positif. Acara partai politik ini menampilkan potret langka dan simbol kuat toleransi di bumi Nyiur Melambai. 

Berbeda dari kebiasaan, pembukaan Muswil PKB partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama diawali dengan doa Kristen yang dipimpin oleh Pendeta Renata Ticonuwu.

Momen ini berlangsung khidmat dan menjadi penanda jelas semangat inklusivitas yang diusung oleh PKB di Sulawesi Utara, Sabtu 13 Desember 2025 siang.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, yang hadir dalam acara tersebut bersama jajaran DPP PKB dan pimpinan partai Koalisi Merah Putih, memberikan apresiasi yang tinggi. Gubernur menilai langkah PKB Sulut ini mencerminkan karakter sejati masyarakat Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi persatuan dan saling menghormati di tengah perbedaan.

“Ini mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi persatuan dan saling menghormati,” ujar Yulius Selvanus, mengapresiasi suasana harmoni lintas partai dan agama yang tercipta.

Ketua DPW PKB Sulut, Yusra Alhabsyi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerukunan di Sulawesi Utara bukan sekadar slogan.

“Kerukunan di Sulut adalah nilai yang nyata dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Suasana Muswil yang berlangsung di masa Adven ini terasa semakin hangat ketika Yusra Alhabsyi menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada umat Nasrani.

Ucapan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Muswil, menciptakan momentum refleksi kebangsaan tentang pesan Natal mengenai kasih, perdamaian, dan persaudaraan.
PKB Sulut menegaskan komitmennya untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah, bukan sebagai sumber perpecahan.

Suasana inklusif dan penuh kekeluargaan ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Sejumlah kader, termasuk delegasi dari Minahasa, mengaku terharu dan merasa sangat dihargai dengan pendekatan yang dilakukan pengurus wilayah.

Muswil PKB Sulut kali ini tidak hanya membahas agenda strategis organisasi, tetapi juga menjadi pernyataan politik yang nyata bahwa toleransi dan kerukunan hidup telah menjadi nafas dalam dinamika politik di Sulawesi Utara. Acara ditutup dengan sesi kebersamaan dan interaksi akrab antar kader lintas daerah.

(tonnymait)