ManadoTEMPO-Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II di Manado, yang dijadwalkan pada Juni 2026, tinggal menyisakan waktu enam bulan lagi.
Bagi Ketua Umum KONI Sulawesi Utara (Sulut), Brigjen TNI (Purn) Jerry Waleleng, waktu yang tersisa terasa sangat singkat dan sudah di depan mata.
Kepercayaan yang diberikan oleh KONI Pusat dan komunitas olahraga Indonesia kepada KONI Sulut harus dipertanggungjawabkan dengan menjadi tuan rumah yang baik.
Targetnya ganda, tidak hanya mempersiapkan sarana dan prasarana terbaik, tetapi juga mendongkrak prestasi atlet-atlet tuan rumah agar berjaya di semua arena di depan pendukungnya sendiri.
“Kami belajar banyak dari Kudus saat menggelar PON Bela Diri pertama. Banyak sekali hal-hal positif yang harus dikebut di sini dalam persiapan, baik venue maupun atlet-atlet yang harus benar-benar siap untuk meraih prestasi terbaik,” ungkap Waleleng, Senin 15 Desember 2025.
Pembenahan Venue dan Persiapan Atlet
Pasca kembalinya tim dari Kudus dan tuntasnya pagelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di Manado, KONI Sulut langsung berbenah.
Area Sekretariat KONI Sulut, yang berada satu gedung dengan Hall A dan bersebelahan dengan Hall B di kawasan olahraga Sario, mulai diperbaiki.
Ruang Rapat dan ruangan Ketua Umum KONI Sulut telah selesai direnovasi, sementara ruangan lainnya mulai dirapikan.
Di saat perbaikan infrastruktur fisik tengah berlangsung, KONI Sulut juga bergerak cepat di sektor pembinaan. Tes Fisik telah digelar bagi ratusan atlet dari tujuh cabang olahraga yang akan beraksi di multi-event olahraga terbesar di Tanah Air setelah PON tersebut.
Reputasi dan nama baik Sulawesi Utara di pentas nasional sedang dipertaruhkan.
Usai Tes Fisik, evaluasi mendalam langsung dilakukan. Langkah selanjutnya adalah memanggil para pelatih untuk berkonsultasi dan mempersiapkan strategi ke depan.
Saat ini, Ketua Umum KONI Sulut tengah menyiapkan komponen inti yang akan menangani persiapan Pemusatan Latihan (TC), baik TC Luar maupun TC Dalam.
Dampak Ekonomi Berganda (Multiplier Effect).
Kredibilitas dan reputasi olahraga Sulut memang dipertaruhkan setelah dipercaya sebagai tuan rumah. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat keuntungan besar yang menanti.
Potensi ini telah dibahas bersama antara petinggi KONI Sulut dengan Pemerintah Kota Manado, melalui Wakil Walikota Richard Sualang yang juga baru saja terpilih menjadi Ketua KONI Manado, pada Kamis 11 Desember 2025.
Setidaknya ada empat dampak ekonomi luar biasa (multiplier effect) yang akan diterima Manado saat menggelar hajatan tersebut:
* Okupansi Hotel Melonjak: Tingkat hunian hotel di Manado diprediksi akan meningkat drastis. Diperkirakan sekitar 10 ribu anggota komunitas olahraga dari seluruh Indonesia akan tinggal di Manado selama dua minggu.
* Geliat UMKM: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan langsung merasakan dampaknya karena banyaknya tamu yang hadir, terutama di seputaran Kompleks Olahraga Robert Wolter Mongisidi, Sario.
* Peningkatan Penerbangan: Frekuensi penerbangan dari dan ke Manado akan melonjak tajam karena kehadiran ribuan atlet dan ofisial dari 35 Provinsi di Tanah Air.
* Sektor Pariwisata: Pariwisata Manado dan sekitarnya akan mendapatkan promosi dan kunjungan yang signifikan.
Pada akhirnya, nama Manado akan menjadi buah bibir di pentas nasional, di mana mata komunitas olahraga akan terfokus ke Sulawesi Utara. Brigjen Jerry Waleleng sangat memahami potensi ini. Oleh karena itu, persiapan harus terus dikebut demi nama baik Sulawesi Utara. Nuansa menjelang Natal ini diharapkan membawa sukacita untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar berjalan dengan baik. (tonnymait)
